So Amazing!Rumah Dari Kontainer Bekas

I am so speechless ketika melihat masih ada manusia yang ternyata memang intens dengan langkah-langkah menciptakan sebuah lingkungan yang ramah untuk mereka. Dengan memeras otak mereka berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovativ dan tepat guna sekaligus ramah lingkungan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan bekas yang daripada dibuang, dan merubahnya menjadi sesuatu yang bisa digunakan. Kontainer adalah contoh dari barang yang berhasil didaur ulang menjadi sesuatu yang tepat guna.

Kontainer-kontainer yang biasanya digunakan untuk mengapalkan barang-barang seperti mainan, mobil, bahkan makanan, dimanfaatkan oleh sejumlah arsitek untuk membangun rumah yang nyaman dan indah.

berikut ini adalah contoh dari desain rumah yang dibangun dari tumpukan kontainer – lepas dari kecanggihan photoshop yang berhasil membuat tampilan rumah ini menjadi begitu homy – desainnya yang luar biasa membuat saya berdecak kagum. Gambar-gambar dan artikel ini diterjemahkan dari green.yahoo.com/blog dan ditulis oleh Bryan Clark Howard – thanks to him for this amazing article and pictures.

Okay, ini dia beberapa contoj desain yang disebut Bryan sebagai Top Twelve of Container House

"de maria"
“de maria”

De Maria Design’s Redondo Beach house ini menempati urutan pertama dari daftar 12 rumah kontainer terbaik. Dengan menawarkan ruang yang luas dan nyaman, redondo beach house ini dibangun dengan kombinasi antara bahan tradisonal dan bahan modern berupa 8 buah kontainer baja yang dirakit sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah rumah yang luar biasa indah. Diklaim sebagai rumah yang tahan rayap dan api, juga hampir dipastikan “indestructible”. Bahkan salah satu bagian dalam rumah itu juga bisa menampung kolam renang!

"london container"
“london container”

Pertama kali dikenalkan dijantung kota Dockland City pada tahun 2001, bangunan ini sudah mencuri perhatian. Awal mulanya bangunan ini digunakan untuk studio kerja dengan 3 lantai, dan hanya butuh waktu 5 bulan untuk menyelesaikan bangunan ini. Dan tidak lama kemudian, ditambahkan lantai keempat yang digunakan untuk tempat tinggal. arsitek Nicholas Lachey dan insinyur bangunan Buro Happold menyatakan bahwa London’ Container city adalah bangunan yang ramah lingkungan dengan menggunakan lebih dari 80% bahan daur ulang, dan membuat bangunan ini begitu hemat biaya.

"container city II"
“container city II”

Bangunan ini adalah proyek saudara dari London Container city I, dimana bangunan ini berlantai 5 dengan 22 studio kerja yang dilengkapi dengan elevator untuk menghubungkan satu lantai dengan lantai lainnya.

"Bach"
“Bach”

Desain rumah yang satu ini memang ditujukan untuk keluarga kecil yang tidak butuh banyak ruang. Dibangun oleh Atelier Workshop dari New Zealand, rumah yang diberi nama Bach (baca : batch) ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan sekaligus keamanan bagi penghuninya. Dilengkapi dengan Dapur, ruang penyimpan, Toilet, tempat tidur untuk orang dewasa dan anak-anak. Dengan biaya 55 ribu dollar amerika, rumah ini bisa dimiliki. Oh ya, bach sendiri adalah bahasa slang dari new zealand untuk Bachelor Pad, yang mana rumah ini memang ditujukan untuk para kaum bujangan atau keluarga kecil yang tidak membutuhkan banyak ruang.

'cove park"
‘cove park”

Ditempatkan di sebuah lahan seluas 50 hektar di skotlandia, dimana tempat ini digunakan oleh para seniman untuk melakukan proses retreat atau sekedar untuk berekreasi. Awalnya Urban Space Management membawa 3 buah rumah kontainer ke tempat ini pada tahun 2001, dimana kemudian tempat ini menjadi populer dan beberapa unit lainnya ditambahkan.

"all terrain"

"all terrain"

BArk Design Collective dari Kanada menciptakan sebuah rumah kontainer yang hanya membutuhkan 1 buah kontainer saja tapi mampu menyediakan semua yang dibutuhkan oleh keluarga kecil yang berisi 4 orang dan 1 hewan piaraan. Rumah ini begitu praktis dansaking praktisnya bisa diangkut menggunakan truk, trailler, kapal, pesawat bahkan helicopter.

"ecopod"

"ecopod"

Satu lagi rumah kontainer yang dikonsepkan untuk ditempatkan ditepian. Desain rumah ini mengkombinasikan dengan teknologi tinggi diantaranya adalah penggunaan listrik untuk membuka dan menutup pintu dimana sumber listriknya didapat dari panel solar, jadi tetap hemat energi. Lantai rumah ini dibuat dari ban bekas sementara dindingnya mempunya panel yang semuanya ditutup oleh sebuah busa khusus yang menyamankan. Sementara jendela kacanya dibuat dengan metode khusus sehingga memperlambat transfer panas. Ecopod bisa digunakan secara terpisah atau bergabung dengan struktur lain dan didesain untuk meminimalisir dampak terhadap leingkungan sekitar.

"adam quik"

"adam quik"

Kalau pengin punya rumah kontainer sendiri, Adam Quik siap membantu. Tapi harus menunggu sampai 6 bulan untuk berada dalam daftar layanannya. Arsitek yang bertempat tinggal di New Jersey ini menyediakan sebuah rumah kontainer yang kompak dengan ukuran 2000 meter kaki persegi yang bisa diisi 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi dengan ukuran tertentu. Untuk rangka luarnya bisa dikerjakan dalam satu hari saja, tapi untuk finishing dalamnya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Tersedia dalam 2 warna, Oranye dan Natural. Dengan harga 187 ribu dolar amerika, anda bisa memiliki rumah ini. Pilihan untuk rumah kontainer yang lebih ramah lingkungan juga tersedia, dengan tambahan solar panel , jendela turbin dan atap yang lebih ramah lingkungan.

"Linx"

"Linx"

Desain rumah kontainer ini dibuat oleh Richard Barnwall – arsitek asal Dubllin Irlandia, yang menggabungkan 4 buah kontainer seluas 20 kaki, yang diperuntukkan untuk tempat kerja. Tiap desain yang dibuat memang disesuaikan dengan penggunaan tempat kerja, tapi tidak menutup kemungkinan difungsikan juga untuk tempat tinggal.

"ross steven"

"ross steven"

Desainer Industri Ross Steven merancang ulang sebuah kontainer menjadi ruangan rumah yang luar biasa. Karyanya di Wellington Selandia Baru menunjukkan sebuah ruangan yang kontras dengan bangunan sekitarnya. Dan faktanya justru ruangan itu menjadi pusat dari bangunan sekitar yang terlihat seperti pemandangan luar. Bagian-bagian dari Ross Steven’s house ini secara mengejutkan terkesan begitu nyaman dengan ukuran ruang yang cukup luas. Dan didalam ruangan tersebut juga terdapat meja yang didaur ulang dari pintu bekas yang tak terpakai.

"keetwonen"

"keetwonen"

Diakui sebagai kompleks kontainer terbesar di dunia, Student House Project Keetwonen di Amsterdam Belanda, mampu menampung 1000 siswa. Didesain oleh Tempo Housing, tempat ini menjadi rumah kontainer yang nyaman bagi penghuninya. Setiap unit dibuat secara privat demi menjaga kenyamanan penghuninya, dimana ketenangan dan kenyamanan diutamakan. gedung ini mempunya balkon di tiap unitnya, kamar mandi, kamar tidur yang terpisah dengan kamar belajar, serta jendela yang luas. sebuah pemanas sentral berada di gedung ini dan sebagai pelengkap, akses internet kecepatan tinggi dan parkir sepeda juga disediakan. Saking populernya, gedung ini sudah direncanakan untuk difungsikan setidaknya hingga 2012 mendatang.

"Site-spesific"

"Site-spesific"

Yang terkahir ini bukan sebuah tempat tinggal, tapi sebuah booth pameran yang diciptakan oleh Site Spesific dan Buatalah Studio. Keduanya diminta untuk mendesain sebuah tempat yang akan dijadikan booth pameran di Baan Lae Suan Fair di Bangkok. Dan desain yang kemudian muncul adalah konsep rumah pohon yang dibuat dari kontainer bekas dan bahan-bahan yang didaur ulang.

Demikianlah 12 teratas untuk desain rumah kontainer paling TOP saat ini. Dan semoga saja banyak orang yang akan mengaplikasikannya dalam kehidupan mendatang, demi terciptanya kondisi lingkungan yang lebih baik karena kita manusia yang tinggal didalamnya semakin bersahabat dan ramah dengan lingkungan.

Oh, ya, jangan lupa ikutan Earth Hour – 28 maret 2009 mulai jam 20.30 – 21.30 malam.

XOXO,

Toekang Roempi

About these ads

9 thoughts on “So Amazing!Rumah Dari Kontainer Bekas

    • bisa jadi butuh modifikasi, secara musim diindonesia adalah wilayah bersuhu tropis, jadi mungkin agak “gembrobyos” ya? tapi dengan modifikasi khusus plus AC, atau minimal Fan, bisa lah ditinggali…konsep yang menarik sebenarnya.

  1. aku pernah masuk ke sebuah kontainer…..alhasil….aku mandi keringat padahal baru 5 menit…giamana kalau selamanya….mausia bakar kali yach?

  2. Rumah (ruang hunian, tempat kerja) dari kontainer? Bagi sebagian orang mungkin hal aneh. Jika mendengar or menyebut kontainer, yang terpikir or terbayang adalah “barang” (ekspor, impor atau antar pulau). Memang jika sepintas, ruang dalam (kompartemen) kontainer itu panas, apalagi untuk daerah tropis seperti Indonesia. Tapi dengan modifikasi interior dan eksterior, kontainer adalah tempat hunian/ruang kerja yang menyenangkan dan nyaman. Buktinya? Setiap hari saya kerja dalam posko/ruang jaga dari kontainer, yang tentu sudah dimodifikasi, di dalam area pelabuhan Tanjung Priok. Tentu sudah bisa dibayangkan bukan suasana pelabuhan seperti Tanjung Priok? Nyaman dan kerasan sekali, mengingat suhu dan cuaca di luar kadang sangat ekstrim.

  3. Makasih ya info-nya… saya pernah terpikir dulu mau bikin rumah dengan kontainer, tapi bkn untk rumah tinggal… utk rumah kebun…. sayang kebunnya belum dapat yg sreg… mdh2an bisa jadi kenyataan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s