Ada teman yang pengeeeeen banget punya pacar, dan saya pengen bilang sama dia “enakan sendiri tauuuuuuuu???” Mau kemana aja nggak perlu mikir ngajak-ngajak, atau mikir perasaannya kalo nggak diajak. Anggaran makan jadi lebih hemat, nggak terikat, nggak perlu mikir soal cemburu, nggak perlu ributin hal-hal yang nggak perlu, it’s soooooo free! Soooooo free!!
*cerminan dari sosok yang tidak sepenuhnya bertanggung jawab, seperti saya*
hehehehehe…but that’s me, sosok pribadi yang bebas..
Yeah, that’s me, yang melihat dari kaca mata saya. Tapi barangkali, dari kacamata teman saya yang sudah ngebet pengen ngerasain lagi gimana rasanya punya pacar, mungkin situasinya menjadi terbalik.
Dunia saya bisa jadi indah dimatanya, meski saya tidak selalu memandangnya begitu. Pun halnya dengan saya yang melihat dunia teman saya yang sangat indah, sendiri, bebas, ringan, yang dimatanya sendiri bisa jadi tak seperti itu.
Manusia memang berbeda, tapi satu kesamaannya, kita tidak pernah puas.
Yang sendiri pengen punya pasangan.
Yang punya pasangan pengen kembali jadi sendirian.
Yang sudah punya pasangan, pengen nambah pasangan lagi, jadi nggak cukup satu pasangan.
Kita memang tidak pernah puas…*setidaknya, banyak dari kita memang begitu, termasuk saya*
Ah, kenapa kita tidak bisa menyukai situasi yang sedang kita alami sekarang? kenapa kita tidak bisa menikmati apa yang sudah kita miliki saat ini? Karena siapa tahu waktu nanti keadaan tidak akan seperti ini lagi. It will never be the same again.
*i’m so frustating right now….*