Bagaimana Memasak Pasta Yang Benar Menurut Ahli

pasta close up

Image via Wikipedia

Masak pasta? susah-susah gampang. Mendapatkan pasta yang al-dente itu nggak gampang….setidaknya itu menurut saya. Kalo nggak masih mentah, atau malah overcooked alias kematangan. Hehehe. berikut ini adalah beberapa tips dan juga mitos seputar memasak pasta.

Adalah seorang Marcella Hazan, seorang koki wanita keturunan Italia yang terkenal dengan kemampuan memasak pastanya, memberikan tips.

Yang pertama : Pastikan saringan ada di bawah panci berisi air mendidih. Fungsi dari saringan ini adalah meniriskan pasta segera setelah pasta masak dengan sempurna sehingga tidak terjadi overcooked

Yang kedua : ketika pasta ditiriskan, segera tempatkan dalam mangkok besar yang sebelumnya telah dihangatkan dengan air hangat. Jadi kondisi mangkok tersebut jangan dalam keadaan dingin.

Yang ketiga : segera campur dengan saos hangat yang telah disiapkan sebelumnya. Jadi, memasak pasta, adalah berbarengan dengan saosnya, di kompor yang berbeda tentunya, atau saosnya dulu dimasak untuk menjaga suhu pasta tetap hangat ketika dicampur dengan saosnya.

Yang keempat : Pasta yang sudah dibalur saos dan diberi toping harus segera disajikan ke piring dan dinikmati dalam keadaan hangat.

Berikut ini adalah tips lain dari Marcella :

  • Gunakan sekitar 4 liter air untuk 1/2 kg pasta. Banyak ya? emang begitu, karena pasta butuh ruang untuk mematangkan dirinya, kalo enggak cukup air, pasta akan cenderung menggumpal dan tidak menarik.
  • begitu air mulai mendidih, tambahkan segera 2 sendok teh garam untuk menambah rasa pasta, dan kemudian masukkan pasta pada saat air sudah mendidih
  • Masak pasta dengan cara diaduk-aduk selama beberapa kali (jangan terus-terusan), tidak perlu ditutup dan ditinggal. Pengadukan dilakukan untuk mencegah pasta lengket satu sama lain.

Nah, Marcella menjawab beberapa pertanyaan terkait mitos tentang memasak pasta ini.

Question :

benarkah meremukkan atau memotong pasta menjadi ukuran yang lebih kecil akan memudahkan kita untuk memakannya?

Kalau ukuran spaghetti memang harus lebih pendek, seharusnya memang dibuat dari awal tidak sepanjang itu. Itulah spaghetti. Lagipula, ukuran yang lebih pendek justru akan menyulitkan orang untuk memakannya karena tidak akan bisa diroll menggunakan garpu sebelum dimakan

Question :

benarkah dengan menambahkan minyak zaitun akan membuat Pasta tidak lengket?

Pasta tidak akan lengket jika memasaknya benar, diaduk sesekali. Dengan menambahkan minyak zaitun, permukaan pasta akan terlapisi minyak dan mencegah saus menyatu dengan pasta dan rasanya pasti tidak senikmat jika tanpa minyak

Question :

benarkah cara mengetahui apakah pasta sudah matang itu harus dengan melemparkannya ke dinding. apabila menempel itu tandanya sudah matang?

satu-satunya cara untuk tahu apakah pasta sudah matang atau belum adalah dengan merasakannya. seharusnya pasta yang enak itu al dente, tengah-tengah, antara mentah dan matang. Lembut dan kenyal ketika digigit. Apabila pasta menempel pada tembok, bisa jadi pasta itu overcooked atau kematangan

Question :

Benarkah membilas pasta dengan air dingin setelah pasta matang akan menghasilkan tekstur yang lebih baik?

Membilas pasta justru akan menghilangkan tepung yang seharusnya berguna untuk mengikat saus. Apabila tepung ini  hilang karena dibilas, saos akan susah sekali menempel dan menyatu dengan batang pasta, pastinya kurang nikmat ya?

Question :

benarkah pasta yang enak itu selalu tentang saosnya?

Koki italia yang baik akan mengatakan : ” ini pasta dengan saos, bukan saos dengan pasta” Jadi, pasta yang terlalu banyak saos justru akan kehilangan rasa dari pasta itu sendiri dan terasa berlebihan.

 

Jadi..itulah tips dari marcella Hazan, sang koki pasta dari Italia. selamat mencoba membuat pasta..jangan lupa…Toekang Roempi dikasih seporsi ya?

hehehehe

XOXO,

Toekang Roempi

Anak Muda….Anak Muda…

Barusan nonton tayangan tv soal tawuran pelajar yang terjadi paska pelaksanaan UAN. Miris rasanya…cuma bisa ngelus dada.

Kok bisa begitu ya? Kasihan orang tuanya…udah susah-susah kerja…nggak ada penghargaan sama sekali pada mereka. Anak-anak muda ini tak ingat sama sekali…cuma seneng-seneng sendiri saja tanpa peduli orang lain.

Saya rasa inilah yang kemudian dilihat sebagai peluang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan menggunakan anak-anak muda ini untuk mencapai tujuannya.

Anak muda dengan darah muda yang segar,dan pola pikir yang masih belum terbentuk dengan cukup baik,ditambah dengan semangat dan frustasinya mereka akan banyak hal yang kemudian dirasa tak mampu dicapai,jadi modal utama untuk menggerakkan ke arah yang negatif.

Kalo semangat mereka dimanfaatkan untuk membangun sih…ok ok saja..tapi kalo sebaliknya? Waduuuh…prihatin aja bawaannya ngelihat tuh orang-orang muda pada destruktif…

Kok jadi berat begini omongan saya ya??

XOXO,
Toekang Roempi