Jika OB Memboikot

Beberapa hari ini, nggak nampak satu pun Offiice Boy di kantor. Biasanya mereka berkeliaran dengan peralatan mereka. Kadang bergerombol dan ketawa tiwi menggosipkan sesuatu yang aku sendiri nggak tahu.

Nggak jarang, kalau selepas maghrib seperti ini mereka udah nongkrong di depan TV rame2 nonton sinetron. Ada juga yang milih buat mojok sambil mainan hape. Ngegame sih…soalnya ketahuan dari suara handphone-nya yang mengalami repetisi dengan bunyi2an tertentu, dan itu bukan bunyi sebuah ringtone.

Kabar kabur yang kudengar adalah mereka memang kabur. 3-3 nya! Just imagine that. Tentu saja, hal2 seperti ini patut dicari kebenarannya donk?

Dan ternyata ada info yang menyebutkan kalo mereka nggak tahan dengan salah satu tukang masak di ruang belakang! menurut mereka, tukang masak yang satu ini emang super duper cerewet, banyak maunya, dan kadang2 (maaf) suka keluar cabulnya.

Dari sumber itu juga jadi tahu kalo ternyata selama ini si Tukang Masak sering marah2 tanpa sebab sama para OB. Yaaa…walo cewek, tapi si Tukang Masak yang satu ini punya bodi gede dengan mulut yang lebar – dalam artian emang suka ngoceh. But FYI, i beat her one day she made angry! Toekang Roempi kok dilawan! (mode songong : on)😛

Jadilah mereka kabur karena si Tukang Masak udah lebih dari sekedar Tukang Masak. She act like a boss!

Dan tadi pagi, aku lihat si Tukang Masak beralih tugas jadi Tukang Bersih-Bersih. Huehehehe.

Personally, aku sendiri sih nggak terlalu sering manfaatin jasa OB. Sedianya sih bisa aja minta tolong mereka buat bikin minum atau beli apaaaa gitu diluaran, ya, setidaknya begitu yang aku tahu lewat tayangan tivi. Tapi ya agak repot juga pas mereka nggak ada.

Biasanya mereka yang aku mintain tolong kalo pas lantai atas kehabisan air galon, dan dengan sigap mereka mengganti galonnya. Dan beberapa hari yang lalu lantai 2 kehabisan air dan whoaaallaaaa…repotnya minta ampun.

Ya…beginilah kondisi kantorku beberapa hari belakangan. Kadang aku mikir, udah gajinya sedikit (paling nggak dikantor ini) tugas2nya bejibun. Bangun paling pagi buat bersih2. Repot ya? And BTW, FYI aja kalo dulu, waktu aku masih nganggur dan nggak juga dapet kerja, sempat kepikiran pingin jadi OB di Jakarta lho? dulu gaji 750 ribu sudah menggiurkan. Wah,tapi mungkin kalo sekarang, yang namanya OB dijakarta udah gede kali ya gajinya?

Dan akhirnya tadi pagi, waktu aku ngeliat si Tukang Masak bersih2, aku bilang juga sama dianya : “Repot kan kalo nggak ada anak laki?”

Terus dia jawab iya.

Terus aku bilang “Makanya, jangan suka dimarah2in!” sambil ngeloyor pergi. Dianya cuma diem.

fffiuh….OB…OB…profesi yang nggak bisa dianggap remeh!

One thought on “Jika OB Memboikot

  1. hahaha, kasihan juga mereka, dmn2 emg bnyk orang yg bawel ya bow, heran d, asal jgn nglamar jd OB d t4 kerja gw ja, bisa bunuh diri mereka ntr, huahuhuahuaaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s