Recto Verso : Karya Hibrida Dari Dee

Recto Verso's Cover

Recto Verso's Cover

Sudah sejak pertama kali terima singelnya yang Malaikat Juga Tahu, aku udah penasaran sama buku barunya si Dee, setelah Filosofi Kopi yang aku beli beberapa waktu yang lalu.

Recto Verso, katanya bakal jadi karya double side. Audio Visual. Dalam artian ada soundtrack dalam bukunya. Bukan yang pertama kali, karena Andrei Aksana pernah merilis karya seperti ini di bukunya yang aku lupa judulnya (nggak baca soalnya…😛 ), hanya bedanya kalo Andrei cuma punya satu cerita inti dalam satu judul buku, tapi kalo Dee punya banyak cerita dalam bukunya. Begitu juga untuk album soundtracknya.

Jumlahnya 11 judul. Semuanya tentang cinta. Cinta yang terjadi pada rentang usia dewasa. Tentang kekuatan cinta, cinta yang nggak terungkap, tentang perselingkuhan, cinta seseorang pada keluarganya, dan sedikit berbicara tentang kehilangan cinta.

Pertama sih baca bukunya. Karena waktu itu CDnya belum selesai produksi dan nggak kunjung rilis. Baru kemarin2 aja aku dapet dari Disctara – sayang, distribusi yang terlambat membuatku harus menunggu lama😦

Tapi nggak papa, karena akhirnya bisa juga mendengar fiksinya dan membaca lagunya.

And It’s a Damn Goooood!!!!

Baca bukunya sambil dengerin albumnya memang terasa lebih GRENG!!! Nuansanya tuh dapet banget. Sajian yang pas saat musim hujan begini. Baca di saat sepi dan dengerin musiknya dengan suara2 hujan di luar sana. Halah!!! (lebay mode : on😛 )

Tapi asli enak banget, karena ceritanya sendiri jadi lebih punya ruh dengan adanya album Recto Verso itu sendiri, karena dari 11 track yang didasarkan dari 11 cerita dalam bukunya, Dewi nggak jauh2 menggarap liriknya sesuai dengan cerita, jadi tetep sinkron. And the album is amazing! Orkestrasi dari Magenta Orkestra juga luar biasa menyayat (haiah!) – dan setuju kalo banyak yang bilang album ini punya kualitas secara lirikal maupun musikal.

Aku pernah baca sebuah ulasan di sebuah majalah remaja pria (yang nggak bisa kusebutkan disini) yang menyayangkan kalau dalam album ini terdengar monoton dan terkesan letoy karena beatnya yang seragam. Hmmmm….bisa komen begitu karena belum baca bukunya kali ya? Hey, hallo!

Keceriaan, Kesenangan, Kegembiraan, tidak selalu harus digambarkan dengan genjrang-genjreng kali mas? Denger aja Malaikat Juga Tahu, itu sebuah cerita yang sedih sebenarnya, tapi digarap dengan nuansa yang tidak mendayu-dayu tuh? aku malah menangkap sebuah kekuatan yang dibangun dari lliriknya malah. And u know what, that song empowering me, give me a strenght when i felt down coz a broken heart. Ya, Malaikat Juga Tahu akulah yang jadi juaranya.

Jadi wajar aja kalo sepanjang album nuansanya emang begitu. What do you expect? Kamu udah dapet yang lebih dari yang bisa diharapkan dari musisi2 indonesia jaman sekarang yang lebih mentingin kuantitas jualan album daripada kualitas isi album itu sendiri. Logis sih, tapi mau sampai kapan?🙂

Yang pasti memang Recto Verso tidak mempunyai sebuah ide baru tentang inti cerita dari masing2 ceritanya. Kita mungkin sering menjumpai cerita2 seperti itu. Tapi, sekali lagi kekuatan Dee berada dikemampuan dia bermain dengan kata2, dengan kalimat2nya. sedikit filosofis, tapi dekat dengan kehidupan sehari2. Dan ketika menjadi sebuah karya audio visual, hasilnya mengagumkan (according my opinion sih ya? – dont know about you)

Dari semua cerita yang ada, aku suka semua. Tapi paling suka dengan Firasat dan Malaikat Juga Tahu. I cried when i read Firasat, really i did. Yang lumayan lucu juga ada, yaitu Selamat Ulang Tahun. Pokoknya, semua cerita cinta ada disini. Termasuk yang rada rancu, di Aku Ada. Guess what?

You better have these things. Denger fiksinya, Baca lagunya. It’s worth it buat dikoleksi, guys!

(gambar diambil dari syalalla.wordpress.com – thanks ya gurl – mode SKSD : On😛 )

 

One thought on “Recto Verso : Karya Hibrida Dari Dee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s