Beda Orang Beruntung Dan Tidak Beruntung

Ada sebuah artikel menarik tentang keberuntungan.

Pernahkah kamu merasa suatu waktu kamu adalah orang paling beruntung sedunia? Dan pernah kah juga sebaliknya? Kesialan selalu saja datang menghantui. well, people, bukan salah hidupmu dan bukan Tuhan pula yang kejam memberikan banyak hal yang jelek2 dalam hidupmu.

Sebenarnya, hal tersebut nggak jauh2 dari diri kita sendiri.

simak artikel yang aku terjemahkan secara bebas dari neatorama.cachefly.net ini. Tentang rahasia keberuntungan dan ketidak beruntungan.

Seorang profesor bernama Richard Wiseman memasang iklan di sebuah surat kabar yang memberitahukan kepada khalayak untuk ikut serta dalam penelitiannya. Dalam iklan tersebut beliau memberitahukan “barang siapa merasa menjadi orang paling beruntung sedunia, hubungi saya. Begitu juga dengan orang yang merasa paling sial sedunia, kontak saya”

Dan berbondong2lah orang menghubungi sang profesor untuk ikut serta dalam penelitian kenapa orang bisa beruntung dan kenapa orang bisa tidak beruntung.

Selama bertahun2, profesor mengamati hidup mereka. Mewawancarai mereka dan meneliti tentang faktor2 yang ada pada masing2 sukarelawan.

Hasilnya? ditemukan bahwa sikap dan tingkah laku, serta pemikiran orang2 ini bertanggung jawab dalam nasib baik atau nasib buruk mereka sendiri. (Remember, nasib bisa diubah, takdir yang nggak.) ditemukan fakta bahwa orang2 yang merasa beruntung secara konsisten, selalu bisa melihat peluang sekecil apapun dalam hidupnya, sedangkan yang kurang beruntung, tidak bisa melihat peluang ini.

Salah satu eksperimen yang dilakukan oleh sang profesor adalah dengan memberikan selembar surat kabar pada 2 subyek. Yang beruntung dan nggak beruntung. Perintah sang profesor adalah, menemukan sebanyak mungkin gambar yang ada dalam lembaran surat kabar tersebut.

Yang tidak diketahui oleh para sukarelawan adalah sang profesor telah menyelipkan sebuah tulisan “katakan pada si peneliti kamu telah melihat tulisan ini dan menangkan 50 dolar”!

Posisi tulisan itu tepat segaris dengan garis pandang mata orang2 tadi. Dengan tinggi huruf kurang lebih 2 inchi. Dan hasilnya? orang2 beruntung melihat tulisan tadi dan yang tidak beruntung cenderung melewatkannya. Padahal itu adalah sebuah kesempatan untuk mendapatkan uang sebanyak 50 dolar.

Kesimpulannya adalah, orang2 yang merasa kurang beruntung, selalu merasa tegang dalam hidupnya. Terlalu tertekan dan cemas sehingga menghilangkan kemampuan mereka untuk mengantisipasi banyak hal yang tak terduga yang akan membawa mereka ke dalam nasib baik. Oleh karena itulah banyak kesempatan emas terlewat karena kecemasan yang tak beralasan.

So, ternyata, memang kita bisa pegang peranan penting untuk menentukan nasib kita kelak. Keberuntungan, memang merupakan paduan dari persiapan dan kesempatan.

Semoga kita termasuk orang2 yang bernasib baik dan selalu terlindung dalam keberuntungan.

But, do you believe in luck, anyway?

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s