Run Roempi Run !

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

I’m Trying To Get My Sweat Back!

Sejak selesai lebaran saya merasa metabolisme tubuh saya melambat. Dan efeknya? jadi gampang lemes. Gampang ngantuk. Susah berkeringat. Susah buang air besar.

Boro2…jalan cepat, naek tangga saja ngos2an. Berasa sudah uzur saja saya.

Dan saya baru menyadari melambatnya metabolisme ini berimbas pada naiknya berat badan saya secara signifikan. Dari mulanya 55kg sekarang menjadi 65-67 kg.

Anda bisa bayangkan betapa overweightnya saya, yang hanya bertinggi 165cm.

Sementara banyak orang bilang saya bagus dengan pertambahan berat badan ini, saya bilang justru kebalikannya. Muka saya jadi tembem. Perut saya jadi buncit. Lingkar pinggang saya bertambah. Lengan saya penuh lemak. Dan selulit jadi kelihatan lebih nyata. Lemak dileher saya bertambah yang berakibat mendengkurnya saya ketika tidur.

Satu2nya hal yang saya suka dari pertambahan berat badan saya adalah bokong atau pantat saya yang tambah “cepol”. Rasanya menyenangkan, kembali punya pantat seperti beberapa tahun yang lalu, ketika berat saya melebihi dari berat badan saya yang sekarang.

Saya suka timbunan lemak di daerah situ. (Psssstt…saya suka melihat pantat saya – yang meskipun tak kencang – di depan cermin, apalagi kalo cuma pake boxer. Sayang banyak “kulit jeruknya” dibeberapa bagian😛 )

Ya, saat ini saya mencoba untuk mendapatkan metabolisme saya kembali seperti beberapa bulan yang lalu. Kalau pagi ini saya jogging bolak bolik depan belakang di kantor, itu adalah salah satu usaha saya mendapatkan keringat saya kembali.

Kalau pagi ini saya sudah minum 2 gelas air hangat, itu juga salah satu cara untuk membuat perut saya nyaman dan hangat, sekaligus membakar timbunan-timbunan lemak di bawah kulit saya. Meskipun sedikit, tapi saya rasa lebih baik daripada tidak sama sekali.

Dan hasilnya? Syukurlah, pagi ini morning call berseru dengan lantang “Wooooiiii!!!! Saatnya Pooooooopppp !!!!”

Dan kotoran yang 2 hari mengendap pun luruh sudah bersama dengan timbunan2 lemak diusus. Dan perut buncit saya (karena 2 hari nggak poop) pun sedikit kempis. Senangnya😀

Dan saya masih belum ingin makan apa2. Saya masih ingin menikmati perut kosong saya. Uhmmm…rasanya tidak kosong, tapi lega. Ya, lega. Saya hanya ingin bernafas sejenak dengan perut kosong saya.

Hoooohhhaaaahhh….Hoooohhaaaaahhhh….

(meski saat ini saya sudah menimbun 2 arem2 dimeja kerja saya – sebagai lethal weapon saat saya benar2 lapar lagi nanti)😀

Ah, saya mau mengurangi berat badan saya beberapa kilo hingga mencapai berat ideal. Memang agak rumpi dan rumpil kalo pria berbicara tentang berat badan. Tapi jujur saja, saya memang memakai “alasan penampilan” sebagai rujukan dan motivasi pertama saya kenapa berkilo2 berat ini harus “musnah” dari angka timbangan. Dan “alasan kesehatan” sebagai alasan kedua kenapa saya harus mengurangi berat badan saya.

Saya harap saya bisa berhasil dengan punya determinasi ini. Saya ingin bisa memakai celana jins ukuran 29-30 saya lagi tanpa perjuangan berarti dan tanpa ngos2an karena perut kejepit kancing celana.

Saya ingin duduk dengan nyaman, dengan celana jins yang membalut kaki saya.

Saya ingin tidak gembil dalam foto.

Jadi, Wee…mohon maaf, mulai sekarang nggak ada lagi makan malam setelah jam 8 ya? Bihun goreng spesial dari bakmi surabaya langganan kita semalem, dan 6 biji tahu baxo plus saos ekstra pedas merk ABC adalah makan malam extra saya yang terakhir. Nanti kalo sudah mencapai berat badan ideal, barulah kita merayakannya dengan makan malam romantis berdua.

Oh ya, sampaikan salam saya pada Mr. Burger. Bilang : saya tidak akan menyambangi beliau dalam waktu yang cukup lama. Uhmmm… PS : kalo diakhir pekan mungkin saya akan mampir dan sedikit “mengudap” sebagai “fee” atas perjuangan saya.

akhir pekan itu kan “hari makan segalanya” , Wee. Ya kan?

Ah, sepedaku. Bannya kempes lagi. Aha! jalan kaki juga tak masalah. Pulang kantor, nggak ada lagi acara naek motor. Harus jalan dulu ke Dargo, dan baru naik angkutan.

metabolisme harus meningkat sebelum berangkat tidur”

Dan oh ya, tidak ada lagi tidur terlalu larut. Ya, metabolisme bermusuhan dengan begadang. Saya tahu itu.

No more ice. No more cold drink.

No more…no more…

Fffiuhh…hidup saya – saya bikin susah sendiri😦

XOXO,

Toekang Roempi

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

2 thoughts on “Run Roempi Run !

  1. Kesempatan itu tidak datang 2 kali – saat konstipasi, kontraksi itu penting. Layaknya ibu hamil yang sudah pecah ketuban, saat itulah moment “kelegaan” akan segera datang dan harus dimanfaatkan.

    Wuekekekek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s