Lanjutan A’a Gym Story

Jadi ceritanya..kemaren A’a berpetuah supaya saya berbuat baik kepada orang2. Nyatanya…hari kemarin itu, banyak orang yang sudah berbuat baik sama saya.

Contohnya, ketika saya pergi ke Matahari untuk suatu keperluan, saya baru sadar kalau kunci motor yang saya pinjem telah raib!

Saya panik dan bolak balik dari parkiran ke tempat sebelumnya dimana saya ada perlu disitu. Sampai 2 kali. Yang kepikiran sama saya adalah melihat motornya dulu apakah masih utuh di tempat parkir beserta helm pinjamannya juga atau nggak.

Alhamdulillah ternyata masih utuh…Fffuuhh..

Tapi kunci itu tetap tidak ketemu jua. Dan saya sudah hampir putus asa. Bagaimana saya bisa pulang sementara dikantor sedang ada meeting? Saya sedih dan hampir menangis.

Satu2nya yang menahan saya untuk tidak menangis, karena yang hilang adalah kunci motornya, bukan motornya.

Saya sempat berpikir, mengundang tukang kunci duplikat untuk “membandrek” saja rumah2an kuncinya. Urusan dengan yang punya bisa belakangan. Tapi walo begitu saya tetap harus minta ijin dengan yang punya.

Tapi ternyata, yang punya motor menjadi orang yang justru “marahi nesu”. Ditelpon berkali2 nggak diangkat juga.

FYI : ini orang emang suka menggeletakkan hapenya disembarang tempat. Jadi kalo toh ada telepon dia nggak bakal denger. Oh ya, tapi dia bakal langsung angkat jika saya nelpon ke “nomer ngepet”nya dia – maksud saya – nomer dari operator yang bila terima telepon bisa dapet pulsa gratis. Saya menyebutnya “operator ngepet” – Untung saja saya tak tahu nomer ngepetnya dia yang itu.

BTW, ternyata ada untungnya juga saya tidak terhubung dengan dia. Dalam keadaan putus asa, saya memutuskan untuk curhat dengan Bapak Tukang Parkirnya.

Saya : “Pak…saya kehilangn kunci motor…kira-kira…”

belum sempat saya selesai ngomong bapaknya udah berkata :

“Motornya dimana mas?”

Saya kaget. Lalu saya bilang sambil nunjuk ke sebuah arah.

“tuh..disana”

Tadinya sama mau nanya ” disini tukang kunci duplikat dimana ya pak?”

Tapi saya nggak jadi nanya karena bapaknya udah bilang duluan

“Coba tanya ke mbak yang disana (menunjuk ke petugas tiket yang tampangnya muram durja – mungkin dirumahnya sedang terjadi sebuah masalah) temen saya kalo nemuin kunci langsung dikasih kesana,”

Saya senang. Lalu mencoba bertanya ke mbak itu.

“Permisi mbak…”

“Bentar” (dengan tampang muram manyun)

Saya diam sejenak sambil agak tersinggung, tapi demi kunci motor seharga jutaan rupiah (motornya yang mahal  bukan kuncinya) saya lalu hanya menghela napas panjang dan mencoba sabar.

Lalu ketika mbaknya diam saya bertanya lagi

“saya kehilangan kunci motor mbak,”

“Mana karcisnya?” tanya mbaknya dengan muram manyun dan tidak melihat ke arah saya – Huh! saya paling tidak suka jika ada orang ngobrol face to face tapi nggak ngadep muka. Tapi demi kunci, saya sabar2kan juga.

Lalu saya mengeluarkan secarik tiket (saya baru tahu fungsi sampingan dari tiket parkir yaitu sebagai bukti untuk mengambil kunci yang ketinggalan di motor atau apalah- satu alasan motor saya…eh salah…motor yang dipinjam oleh saya tetap diparkiran adalah karena saya yang pegang tiket, bukan orang lain sehingga itu motor tidak bisa keluar parkiran)

Setelah dicek

H 2255 FF…

Bingo! Dan mbaknya pun memberikan kunci yang sudah dari tadi saya kenali sebagai kunci motor yang dipinjam oleh saya.

Saya lega, lalu saya berlari kegirangan…dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada mbaknya dan bapak tukang parkir yang sudah saya tanya tanya tadi.

Dan sepanjang jalan menuju ke motor saya berseru

“Oh My God…Oh My God…”

Leganya….

Dan saya pun pulang.

Dan ternyata saya baru sadar kalo seharian ini justru orang2 yang sudah berbuat baik sama saya, bukan sebaliknya.

Ah, jalan menuju pertobatan masih sangat panjang dan berliku.

Dan satu2nya hal yang menurut saya baik adalah memberikan kucing saya nasi ikan kembung untuk makan malam. Plus saya ketusuk duri – dan saya terima dengan lapang dada. Itung2 pengurangan dosa.

Plus satu hal – saya berkeringat banyak sekali itu karena panik. Dan saya suka keringat saya. Ternyata metabolisme saya meningkat. Huhuy!😀

Satu pelajaran yang saya ingat ” Malulah kau bertanya pada siapa, Sesatlah kau ke jalan yang tak ada siapa-siapa”

Huehehehehe…

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s