The Women (2008)

"cover"

"cover"

Semalem saya menonton film ini via DVD – don’t ask apakah ori atau bukan – you know the answer. Demi mengisi waktu saya, beberapa waktu lalu saya pergi ke “lapak” dan membeli beberapa film. Uhm, lebih tepatnya menukar, setelah sebelumnya saya membeli DVD serial dan nggak bisa diputer – lalu saya tukar dengan sejumlah film. Diantaranya The Women ini.

Sama halnya dengan beberapa barang yang saya miliki sekarang, saya tidak serta merta membelinya. Penuh dengan pertimbangan. Saya rasa memikirkan berulang2 ketika akan membeli sebuah barang itu penting, agar tidak kecewa dikemudian hari – walo faktanya kita juga sering kecewa dengan pilihan kita meski sudah menghabiskan waktu untuk berpikir.

Tapi kali ini saya mengaku tidak kecewa memilih The Women sebagai film koleksi saya. Karena film ini begitu bagus – i don’t care with the expert say , all i know, i like this movie, that’s all wrap!

The Women – literally memang menjadi filmnya wanita. Mulai dari pemerannya yang semuanya wanita dimana sepanjang film tidak ada tokoh lelaki yang muncul secara visual. Sutradaranya juga seorang wanita. Diane English namanya. Dan selain sebagai sutradara dia juga menulis naskah dari film ini.

Dibilang – the Women adalah film daur ulang dari film berjudul sama yang dirilis pada tahun 1935. Meski begitu tidak sepenuhnya sama dengan film aslinya karena tentu saja disesuaikan dengan era sekarang yang penuh dengan hal2 berbau modern.

Bersetting di New York, The Women bercerita tentang 4 wanita yang bersahabat.

Ada Silvie (Annete Benning) – seorang editor lajang sebuah majalah bernama Cachet , majalah yang mengangkat isyu-isyu tentang wanita dan tentu saja beberapa gosip2 dan artikel kecantikan. Silvie terlihat kuat diluar tanpa pria tapi kehidupan pribadinya sendiri lumayan kacau ditambah dengan posisinya sebagai editor yang terancam digusur.

Lalu Mary (Meg Ryan) seorang anak pengusaha garmen yang kaya raya. Berputri satu dengan suami yang tidak setia. Mary adalah Silvie teman sejak kuliah. Ibu rumah tangga yang selalu bermimpi bahwa suaminya adalah lelaki yang baik tapi tidak begitu kenyataannya. Hubungan dengan anaknya pun tidak terlalu komunikatif.

Wanita ketiga adalah Edie (baca idi – Debra Messing) seorang ibu rumah tangga yang punya 3 anak perempuan yang masih kecil2. Seorang seniman dengan suami yang juga seniman. Cenderung naif. Sedang mengandung anak ke empat dan berharap anaknya laki2.

Dan yang terakhir adalah Alex (Jada Pinkett- Smith) lesbian kulit hitam yang cantik. Agak selebor tapi lucu. Hubungannya dengan teman wanitanya memang jarang berhasil.

Selain mereka masih ada beberapa tokoh wanita lain diantaranya Molly – putri Mary, Maggie dan Uta – pembantu di rumah Mary, Ibunya si Mary sendiri, Crystal (Eva Mendez) wanita idaman lain dari suami Mary, Leah – seorang peserta terapi yang juga diikuti oleh Mary. dan masih banyak lagi karakter sampingannya dan semuanya wanita.

Cerita berawal ketika Silvie menemukan fakta lewat seorang nail artist yang super rumpi di Saks Avenue. Fakta tersebut adalah suami dari sahabat baiknya menyeleweng dengan wanita penjaga konter parfum di Saks. Bingunglah Silvie antara ingin memberitahu atau tidak. Bersama dengan Edie dan Alex dia mencari cara untuk memberitahu kenyataan tersebut.

 Tapi ternyata Mary sudah mengetahui dari sumber yang sama – tukang kuku yang sekalian tukang rumpi (saya dooong?😛 ) Terjadilah huru hara di rumah tangga Mary. Mary mengajukan cerai tapi Ibunya menyuruh Mary untuk mengabaikan tindakan menyeleweng dari suaminya karena dia percaya bahwa lelaki itu akan kembali lagi suatu saat setelah menyadari kesalahannya. Tapi tentu saja ini tidak mudah bagi Mary. Antara menuruti kata2 ibunya atau tetap bercerai?

You betcha watch the movie!

Menurut saya The women ini hampir sama atmosfernya dengan Sex And The City. Tentang persahabatan 4 orang wanita dengan segala permasalahan dan warna warninya. (menonton film dengan jenis ini membuat saya iri dengan jenis persahabatan yang dipunyai oleh para wanita) Sebenarnya tak hanya tentang bagaimana cara Mary untuk bangkit dari rumah tangga yang hancur saja sih, tapi ada beberapa hal yang jadi pesan bagi para wanita yang menontonnya (weih! saya lekong, weyce? :)) ..) bahwa apa sih yang wanita inginkan dalam hidupnya?

Pertanyaan itu yang menjadikan Mary melakukan beberapa hal yang selama ini ingin dia lakukan tapi tak bisa, salah satunya adalah bekerja diperusahaan garmen miliknya sendiri, mendesain baju dan mengadakan pagelaran, memperbaiki hubungan dengan putrinya, dan masih banyak lagi.

Tapi asli, film ini lucu sekali. Saya sampai tak berhenti tertawa dibanyak adegan. Karakter2 wanita yang terlihat cerdas tapi sebenarnya konyol itu mampu membuat saya terpingkal2 dengan dialog2nya. Belum lagi adegan terakhir dari film ini, asli lucu banget! Saya jadi senang menontonnya. Saya rasa ini adalah film drama wanita yang cukup ringan dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Lekong Prewi semua bisa nonton film ini.

Oh ya, mungkin bisa juga nonton Sex And The City the movie, Dr T and The Women, Sisterhood Of Travelling Pants, dan masih banyak lagi film2 yang bercerita tentang dunia wanita dan warna warninya.

XOXO,

Toekang Roempi

2 thoughts on “The Women (2008)

  1. Saya udah nonton juga film ini, menurut saya sih ceritanya standar banget. Standar film-film hollywood kalo nyeritain sekelompok perempuan yang punya ikatan persahabatan. Udah pernah coba film Chasmere Mafia? nah ini sama juga ceritanya mirip-mirip. Gank Perempuan, Selingkuh dan tentunya Karier yang hebat-hebat.
    BTW, Saya suka banget soundtrack dari film The Women ini. Bagus banget..

  2. @Inda

    CAshmere Mafia? Saya pernah denger…serial bukan ya?

    Soal soundtrack, emang bagus2..saya sempet melototin sampe akhir buat nyari siapa2 saja yang nyanyi. Nanti saya mau donlod. Huehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s