Antara Saya Dan Para Lelaki Sempurna

(saya tahu ketika saya memposting ini pasti bakal banyak yang bertanya-tanya kenapa eh kenapa? Am I?😀 askMe!)

BTW, suatu hari saya membaca sebuah majalah wanita. Disalah satu halaman ada sebuah “kompetisi” untuk pria-pria ganteng. “VOTE ME” ya..kurang lebihnya begitu “judul programnya”.

Disana berjejer pria-pria ganteng, mulai dari yang berambut hitam, dihighlight sana sini, setengah botak sampai yang gundul plontos. Semuanya ada disana. Mulai dari yang agak cungkring, sampai yang ototnya segede lontong.

Tapi semuanya sama…

  • Tinggi : 170-keatas.
  • Berat badan – ideal agak chubby dikit.
  • Bentuk badan : Hasil bentukan dari beberapa jam hang out di GYM
  • Kulit : Putih bersih
  • Gigi : putih
  • Senyum : Semanis Madu
  • Macho ? Nggak tahu…(tapi body segede itu kalo Cong yaaaa…eman-eman sih…)

Well, anyway, begitu saya ngelihat para “model bukan profesional” itu, saya buru-buru langsung menuju ke halaman berikutnya sambil bergidik ngeri.

Bergidik bukan karena apa-apa, tapi karena saya merasa “ngeri” dengan diri saya sendiri yang tiba2 merasa iri dengan “keadaan” mereka. Kok bisa saya iri…( i know..banyak diantara Anda yang akan bertanya “Iri apa Napsu Buuuu?”

😀

Oke..oke…

Begini. Pria, melihat wanita – karena kagum akan kecantikannya. Ingin memilikinya, tapi tidak ingin seperti wanita.

Normal

Pria melihat pria lain, mengaguminya dan ingin menjadi seperti pria tersebut.

Normal.

Pria – melihat pria , mengaguminya dan ingin menjadi seperti dirinya. Dan ingin memiliki pria itu. Seutuhnya. Sebagai kekasih.

Itu nggak normal.

Saya? Normal apa enggak ya? Huahahaha…

Saya tidak akan membahas itu sementara. Saya hanya ingin membahas tentang bagaimana kondisi saya ketika berhadapan dengan pria-pria ganteng nan sempurna.

Ya terus terang saya iri. Sedikit iri kalo boleh saya bilang. Karena sekali lagi saya iri pada kapasitas otak seseorang dibandingkan dengan apapun yang dia punya, Dan akan lebih iri lagi kalo dia adalah pria ganteng,putih bersih, tinggi dan berat badan ideal, sukses, kaya, dan pintar pula!

GOD! saya akan berpikir sejenak “Tuhan Tidak Adil”

Huahahahaha…(tenang – itu hanya sejenak – karena seketika saya sadar dan bilang bahwa Tuhan itu adil, karena Dia sudah memberikan banyak hal pada saya)

Coba cek perbandingan berikut ini :

img_1310handsome1

 

 

 

 

 

atau ini img_1311handsome2

 

 

 

Atau yang ini?

img_1312images

 

 

 

 

 

Jelas jauh bedanya kan?

Ya, saya jadi begitu merasa bahwa hidup saya menyedihkan dengan keadaan saya yang seperti ini.

  • Wajah nggak ganteng2 amat
  • Banyak bekas jerawat disana sini
  • Noda diwajah yang bikin wajah jadi item enggak putih juga enggak
  • Tahi lalat yang nongkrong di spot yang tidak strategis
  • Tinggi badang yang cuma 165 cm
  • Berat badan yang ber YoYo ria. Kadang naik kadang turun
  • Struktur tubuh yang ngga proposional lah pokoknya

Lalu saya akan berpikir, “Betapa beruntungnya para pria-pria dengan wajah manis seperti bayi. Kulit putih mulus tanpa cela. Rambut sehat. Deretan gigi putih dengan bibir merah merekah. Tubuh tinggi dan berat badan ideal. Kaki yang panjang. Otot yang maskulin dan cowok banget lah (cong kali diriku?) dan lain sebagainya.

Menjadi pria seperti itu pasti sangat beruntung. Kemudahan pasti banyak didapat dari sana”

begitulah pikiran saya….

Apakah anda masih nggak percaya bahwa pria jenis tersebut bakal lebih mudah menjalani hidup? You Better read this dan pasti anda manggut-manggut. Iya juga ya? Walopun memang nggak harus seperti itu.

Pria yang ganteng dan tinggi konon kabarnya :

  • menarik (pasti)
  • Mudah dapet kerja
  • Gampang cari gebetan

Kurang apa coba?

Dan tahu nggak apa yang di-iri-in oleh para pria terhadap pria lain?

  • Fisik
  • Pekerjaan / karir
  • Kondisi Finansial
  • Pasangannya
  • dan Alat kelaminnya – serius! pria pasti bakal iri jika “size”nya lebih kecil daripada punya pria lain. Itulah kenapa mak erot dan cucu-cucunya dan siapa saja yang mengaku “pewarisnya” begitu laris….

That’s normal i think ketika seseorang merasa iri dengan kondisi orang lain yang lebih dari pada dia. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, kita tidak bisa memilih kehidupan seperti apa yang akan kita jalani bukan?

Kadang2 saya masih iri dengan para pria “berwajah dewa” itu (istilah Wee untuk para pria2 ganteng)

Kadang2 saya masih iri dengan para pria bertubuh ideal itu

Kadang saya masih berpikir – Mereka pasti menjadi salah satu orang paling beruntung didunia karena menjadi seperti itu.

Kita tidak usah munafik, tayangan televisi menampilkan tayangan yang berisi orang ganteng sebagai tokoh utamanya dan orang kurang ganteng sebagai sidekicknya dan yang kurang dari kurang ganteng sebagai “penderita”. Yang dicela-cela, yang kebagian tugas ngelawak dan berhasil membuat orang tertawa bukan karena lawakannya tapi karena emang lucu ngelihat tampangnya.

Iklan dengan bintang ganteng akan lebih laku dibandingkan produk dengan bintang iklan “seadanya”. Walo nggak selalu seperti itu karena tentu saja ada banyak hal rumit yang mendukung orang menggunakan sebuah produk. Tapi jujur saja, banyak yang masih mencari “wajah terang” untuk brand mereka kan?

Ya, dan saya terus berpikir bahwa mereka adalah orang paling beruntung sedunia.

Tapi bukankah saya masih punya banyak hal yang bisa saya manfaatkan? Yang lebih dari sekedar tubuh tinggi? Yang lebih dari sekedar wajah ganteng? Yang lebih dari sekedar “tokol” segede lontong?

Apakah itu?

I don’t know? Mungkin…

  • kemampuan persuasif saya dalam menghadapi orang lain?
  • saya “toekang roempi” dimana tak semua bisa menjadi “toekang roempi”?
  • Saya bisa bikin blog dan nulis seadanya- dan masih ada yang mau baca
  • Saya pernah bikin cerpen – dan berhasil dimuat dengan bayaran yang lumayan
  • Saya pernah tampil di TV lokal walo cuma 2 kali edisi dan edisi pertama dengan kostum dan make up yang amburadul
  • Saya bisa menyanyi – walo untuk jenis lagu tertentu – lebih kedengaran seperti jeritan sapi menjelang ajal
  • saya setia sama pacar saya – walo kadang2 didepan dia saya suka memuji orang lain – dan dia cemburu akan hal ini. See? Bahkan dia saja iri dengan orang lain!😀
  • dan masih banyak lagi

Ya, saya masih punya banyak hal yang secara spesifik membuat saya tetap menjadi “SAYA”. It’s me! Nothing’s change.

Mau facial seminggu sekali. Mau diulur-ulur pake mesin. Wajah saya nggak akan berubah jadi ganteng atau tinggi badan saya bakal jadi bertambah.

Emang udah cetakannya darisana?

Yang bisa saya lakukan sekarang adalah memanfaatkan apa yang saya punya untuk bisa sedikit memberi arti dalam hidup saya sebagai seorang lelaki. Normal atau tidak normal. Paling tidak sebagai seorang manusia. Untuk diri saya sendiri dan orang lain tentunya.

Saya tahu setelah saya menuliskan ini,perasaan iri saya terhadap pria-pria beruntung itu masih akan tetap ada, karena ini seperti impian yang tidak akan pernah hilang, meski saya tahu tidak akan pernah terwujud. Tapi setidaknya saya jujur akan keadaan ini dan berusaha untuk menjadi diri saya sendiri.

Doakan semoga saya bisa.

Note : Kondisi ini juga berlaku untuk wanita sih sebenarnya. Mereka juga mengalami hal yang sama, hanya karena saya laki-laki, saya menuliskannya berdasarkan sudut pandang laki-laki. Lepas saya ini 100% laki2 atau kurang dari itu.😀

Intinya adalah saya menyadari bahwa di dunia ini, tampilan luar masih menjadi faktor utama dari beragam kesuksesan. Kesuksesan dalam menjalin hubungan, sukses dalam finansial, dalam segala hal yang bisa Anda sebutkan satu-satu.

Sebut saya dangkal karena menuliskan ini, tapi memang pada kenyataannya seperti itu. Dan mungkin Anda benar, bahwa saya menuliskan ini didasarkan pada “ke-iri-an” saya akan sesuatu yang tidak pernah bisa dapat.

Tapi lebih dari itu saya ingin menyadarkan diri saya pribadi dan orang lain yang membaca tulisan ini, bahwa keadaan iri dan merasa bahwa Tuhan Tidak Adil adalah kondisi normal yang biasa, tapi bukankah memang segala sesuatunya sudah dipersiapkan?

Dan bersiapkah kita untuk mengingat hal2 kecil yang bisa membuat kita bahagia dibandingkan dengan hal2 besar yang tidak bisa kita miliki dan membuat kita sengsara karena mengharapkannya dengan sangat?

It wasting time and everything , rite?

Be grateful for everything we have, mungkin itu yang saya perlu pelajari. Dan apalagi yang kurang jika :

  • Keluarga anda tetap mencintai Anda bagaimanapun keadaan Anda
  • Kekasih Anda tetap setia sampai mati seberapa besarnya perubahan fisik Anda – menua dan keriput contohnya
  • Anda masih bisa berbuat baik untuk orang lain dengan segala hal yang anda punya
  • u name it….(sebutkan lebih banyak lagi)

— Grateful For Every Little Thing You Have, Toekang Roempi —

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s