Saya Sedang Bingung , Kredit Nggak Ya?

Saat ini saya memang sedang bingung. Antara kebutuhan dan keinginan. Antara tidak punya dan punya. Antara kredit dan tidak.

“Menabung dulu saja…”

Mungkin itu adalah saran yang paling masuk akal yang bisa anda berikan pada saya.

Oke, saya terima dengan sangat senang hati.

Tapi saya deskripsikan sedikit siapa saya, jika sudah berurusan dengan keinginan untuk memiliki sebuah barang.

  • Saya akan membicarakannya terus bahkan sampai orang bosan dan berpikir “dari jaman jebot, cuma bisa ngomong : ‘Pengin!-Pengin!’ tapi nggak beli-beli.
  • Saya akan terus berkomentar “Iiiihh…bagus yaaaaa…pengeeeeenn” jika saya melihat – hanya sekedar gambar di koran2 atau lewat selebaran2.
  • Saya akan terus mengingat2 bahwa saya harus punya- saya harus punya. Saya menyebut ini sebagai sebuah determinasi pribadi, bahwa memang saya harus punya benda tersebut, entah kapan waktunya.
  • Saya akan terus bermimpi untuk mempunyai barang tersebut dan sering melihat2 infonya – walo nggak tahu kapan bisa membelinya
  • Saya akan terus menelepon mama saya dan minta saran dari beliau apakah saya harus membelinya atau tidak. Percakapan selalu berakhir dengan kalimat “Yo wis tooo…terserah kowe…meh tuku opo orak”
  • Saya akan memikirkan bagaimana mendapatkan kreditan. Entah itu dari pinjam saudara atau dari kantor

sedikit banyak begitulah saya kalau sudah punya keinginan. Kalau boleh dibilang, hampir sebagian besar sih terlaksana, entah bagaimana caranya. Ngutang atau lunas.

TApi alhamdulillah, sekarang nggak ada tuh barang saya yang hasil hutang. Mungkin…sebentar lagi…

Secara…saya pengin punya ini….

acer

 

 

 

 

 

Atau Juga ini…

asus

 

 

 

 

 

atau saya juga pengin Notebook…

Tapi harganya mahal2….😦 Saya tidak mampu membelinya.

Saya tahu anda pasti berpikir kenapa harus memaksakan diri jika memang tidak mampu.

Saya setuju dengan itu. Tapi tenang saja, saya masih dalam tahap normal, belum terlalu memaksakan diri. Masih dalam tahap bermimpi dengan tingkat yang hampir over.

Saya bisa saja mengambil kredit dari kantor, tapi saya masih punya banyak pertimbangan. Salah satunya adalah…

KEBEBASAN FINANSIAL

YA! Saya tahu saya tidak akan bisa bebas secara finansial jika saya memutuskan untuk mengambil fasilitas kredit dari kantor. Tapi sisi lain dari diri saya mengatakan, kalau memang nggak berani ambil resiko, kapan bisa punya?

Wah, kalo sudah begini memang agak2 Dilema nih…

Secara, kalo diitung2 saya bakalan membayar kreditan tersebut selama 2 tahun kedepan dengan jumlah minimal 250 ribu sebulan.

Saya berasa punya kartu kredit….dimana tagihan selalu datang tiap bulan dan saya harus membayar cicilan hutangnya.

Ah, saya membayangkan melepas masa2 indah berlibur jalan2 ke kota2 tujuan saya kelak, tabungan saya, kemampuan saya memberikan sedikit uang untuk Mom, dan lain sebagainya.

Saya melepas kebebasan finansial saya untuk sebuah benda yang sampai sekarang pun saya masih ragu, apakah saya hanya menginginkannya atau saya benar2 sudah membutuhkannya?

Hmmmm…entahlah…yang pasti saya masih senang bermimpi saja dulu, siapa tahu bisa nabung dikit2 atau paling tidak ada yang mau memberikan bantuan dana tanpa bunga dan angsuran sesukanya.

Anda pasti bertanya : Mana Adaaaaa?

Jawabannya Ada : yaitu nenek saya.

Tapi masalahnya : Saya tahu nenek saya agak pelit. Jadi saya ragu apakah beliau mau memberikannya atau tidak. Dan saya ragu kalau beliau tahu apa itu laptop.

😀

XOXO,

Toekang Roempi

5 thoughts on “Saya Sedang Bingung , Kredit Nggak Ya?

  1. itulah sebabnya saia ada “disini”, karena demi kelangsungan hidup “blacky”..
    padahal, lumayan loh kang…bisa buat jalan2 ke jogja, :)…
    hmm…case-nya mungkin beda2 kali ya..intinya, saia beli karena saia butuh bukan semata karena saia ingin.,..cuman sejauh mana kebutuhan itu harus dipenuhi? jawaban itu ada pada Anda…

    *kamu tau kan dimana saia biasa internetan?
    yup, disini ..di lantai tiga, kadang di lantai dua, …
    tapi jelasnya, saia ada DISINI

  2. @ Whiteboard…

    Ya..saya tahu “dimana” anda berada..karena saya juga ada “disana”

    Dan kita akan bersama2 setidaknya 2 tahun ke depan…Wuakakakak

  3. aku juga ikuuuuut hehehehe…

    ikut rumpinya ajah tapi, karena saya sudah 2x melakukan ‘itu’, dan sekarang semuanya sudah lunas! sekarang saya sedang menikmati yg kata si toekang roempi bernama ke-be-bas-an-fi-nan-si-al… oh GOD, ternyata lumayan nampol salary saya kalo ga dipotong ‘itu’… baru tau saya, where have i been??

    ps:
    kepikiran buat ngambil ‘itu’ lagi, tapi masih mikir-mikir, masih berasa enak ga dipotong-potong… liat nanti saja ahhh🙂

  4. A Nepih : Kalau nanti memutuskan untuk berjibaku dengan utang piutang, saya diberitahu ya? biar kita bisa berjuang bersama,

    Wuakakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s