Toekang Roempi = Konsumen Paling Bawel

Kenapa saya bilang begitu, karena seringnya saya memang begitu…

Contohnya semalam…Ketika saya dan Wee membeli “Penyetan”

Saya sedang gandrung dengan makanan yang satu ini (saya harap tidak bertahan lama karena “sangat membahayakan” program diet saya).

Saya dan Wee membeli nasi plus penyetan ini di warung penyetan dekat kampus Undip Pleburan. Tepatnya dekat pengkolan, sebelah distro – jika anda beruntung anda akan bertemu dengan saya dan Wee disana – kelaparan- dan bersabar menunggu giliran.

Menu pesanan saya :

  • Nasi putih 1 porsi
  • 2 tempe goreng
  • 1 dada ayam
  • lalapan plus sambelnya – jumlah standar

Pesenan Wee :

  • Nasi separuh porsi
  • 1 tempe dan 1 tahu goreng
  • telur dadar goreng
  • Lalapan plus sambelnya – jumlah standar juga ga boleh banyak2.

Waktu berjalan dan pesanan dibikin. Lalu tiba giliran pesanan saya diracik saya merasa ada yang janggal. Lalu saya bertanya ulang :

“Bu, itu isinya apa aja?”

Si Ibu Penyet menjawab

“Lha ini dada satu, sama tempe satu kan mas?”

(saya bilang dalam hati “aduh!” ini ibu gimana to kok udah dibilang mpe 3 kali masih salah juga)

Dengan tersenyum (rada murem) saya bilang

“Tempenya satu lagi lho bu? Tadi kan saya bilangnya tempe goreng duaaaaaaaa?”

Lalu si Ibu agak bete dan memasukkan 1 lagi tempe goreng ke bungkusan pesanan saya.

Melihat ini Wee rada malu – saya tahu itu dan Wee bilang

“Udahlah, nanti tempenya minta punyaku aja…”

“Wah, nggak bisa dong…pesanan itu harus dipenuhi. Saya makan yang sesuai dengan pesanan. Daripada saya tahu kalo makanan yang dibikin nggak sesuai dengan pesanan? Makannya jadi nggak ikhlas! Ogah saya!”

Wee cuma tertawa kecut dan malu. Saya tahu itu.

(Maaf ya Wee, udah bikin kamu malu didepan banyak orang)

Saya jadi inget kejadian tempo malam, ketika saya dan Wee makan di Warung Si Boy. Semua pesenan sudah sesuai kecuali 1.

Teh

Saya pesen teh panas tawar

Yang datang teh manis dingin (tanpa es)

Saya tidak minum itu Teh…Dan Wee menghabiskannya.

Wee bilang

“Orang gulanya cuma sedikit ini…”

Buat saya, semuanya harus sesuai pesanan. Tidak perlu sempurna. Enak nggak enak itu urusan belakangan.

Pernah nggak sih anda memesan makanan tapi kemudian sajian yang datang tidak sesuai dengan pesanan anda?

Anda yang berani protes dan nggak takut dianggap cari gara2, mungkin akan langsung melayangkan protes dan minta ganti.

Tapi kalo jenis saya yang rada penakut untuk terlihat cari gara2 didepan orang banyak, lebih memilih diam dan “Nggerundel”

Opsinya cuma 2

“Makan dengan terpaksa atau Tidak dimakan sama sekali”

Buat saya, seringnya makan dengan terpaksa.

Dan saya tidak suka itu.

Makanya semalam saya jadi sedikit bawel. Saya rasa anda juga setuju dengan saya bahwa “Konsumen Adalah Raja”. Bukan bermaksud untuk bertindak semena-mena, tapi banyak orang yang mengharap sesuatu sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Kita memesan makanan, kita membayarnya, dan kita berhak untuk mendapatkan makanan yang disajikan sesuai dengan pesanan kita. Dan kita pasti kecewa jika tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Hanya saja memang masing2 orang berbeda dalam menyikapi hal ini. Tapi bagi saya, cerewet sedikit tidak masalah. Saya memang konsumen yang cerewet, tapi tidak semena-mena.

(Kalau sudah begini, saya jadi mirip dengan almarhum ayah saya. Beliau juga tidak senang jika pesanan yang diantar tidak sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan diawal. )

XOXO,

Toekang Roempi

2 thoughts on “Toekang Roempi = Konsumen Paling Bawel

  1. @ whiteboard…

    Nama : Toekang Roempi
    RAsi : Capricorn
    Shio : Ayam Logam
    Sifat : Bla..Bla..Bla…dan PERFEKSIONIS…
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s