Fatwa Haram Golput

Waduh! MUI mau ngeluarin fatwa haram lagi nih…gawat…jadi tambah dosa lagi dunk saya kalo melanggar fatwa?

Ffffiiuuhh…

padahal saya sedang ragu-ragu apakah pada pemilu mendatang saya akan menggunakan hak pililh saya atau tidak.

(katanya kalo ragu2 mending ga usah ya?😛 )

Ya, intinya saya masih ragu2 sih, seragu2 banyak pihak yang menyarankan untuk tidak mengharamkan golput.

Saya sendiri tidak begitu paham kenapa golput bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang haram hukumnya?

Apakah karena golput berarti tidak mendukung pembangunan?

Apakah golput berarti melawan pemerintah?

Wah…jangan2…dimasa mendatang, orang2 yang Golput bakal kena sanksi?

Entah kapan waktunya istilah ini mulai mengemuka. Yang pasti saya dengar, istilah ini begitu populer pasca reformasi.

“Golput ah…golput ah…mending turu ning omah…enak!”

begitu orang2 dewasa didesa saya dulu bilang.

(beberapa diantara mereka malah sekarang aktif dipartai dan menganjurkan untuk tidak golput dan memilih partai mereka…hehehehe…ada maunya)

Tadi malam, adik saya juga agak rada sewot ketika menonton berita tentang fatwa haram golput, disamping fatwa haram lainnya tentang rokok (kalau yang ini dia tidak sewot😀 ).

Dia bilang :

“Ngapain sih pake haram2an segala? Kalo ragu mending nggak usah milih  to? Wong dipilih aja akhirnya jadi amburadul begitu!”

(saya cuma tertawa kecil)

Mungkin adik saya bukan satu-satunya orang yang mengeluh dengan berkata seperti itu. Saya yakin ada banyak orang diluar sana yang senada dengan adik saya. Termasuk saya.

Dan mungkin juga anda?

Orang2 pinter bilang itu yang namanya KRISIS  KEPERCAYAAN

Ketika sebuah kepercayaan dikhianati, apalagi yang bisa diharapkan selain sakit hati?

Ketika janji2 manis tak ada satupun yang terealisasi, dan kemudian banyak orang yang merasa dijadikan komoditas untuk kepentingan segelintir orang saja, tentu saja melahirkan krisis kepercayaan seperti ini.

Siapa coba yang mau menyalahkan orang2 yang kecewa ini?

Ayo siapa berani menyalahkan kalau akhirnya mereka memilih untuk jadi golongan putih. Bukan untuk sama sekali tidak memilih, tapi menunggu untuk tidak memilih sampai kepercayaan itu kembali dengan hadirnya sosok yang memang bisa dipercaya.

Dan saya rasa tokoh2 seperti itu bukan berarti tidak ada. Saya yakin pasti ada.  Hanya saja untuk bisa membuat masyarakat percaya itu yang agak susah.

Dan saat ini bukan cuma janji promosi yang jadi unggulan, tapi bagaimana merealisasikannya dalam tindakan nyata. Dan satu lagi, wakil rakyat juga harus bersih.

Bukankah putih itu bersih.

Dan mari kita lihat Golput sebagai golongan yang menginginkan sesuatu yang bersih dalam pemerintahan Indonesia.

Saya rasa mereka bukan tidak mau bermusyawarah kok.

Memang ada benarnya ketika ada sementara pihak yang mengatakan dengan menjadi Golput berarti kita tidak membawa Indonesia ke dalam keadaan yang lebih baik. Dengan Golput kita membiarkan perubahan tidak terjadi.

Setuju.

Tapi golput juga bisa menjadi sebuah tanda yang harus dilihat oleh para tokoh2 yang berkepentingan. Dengan semakin tingginya angka masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, semakin kuatlah indikasi bahwa mereka menginginkan para elit yang mulai harus memperbaiki dirinya untuk kemudian membangkitkan kepercayaan rakyat agar bisa benar2 ikut serta melakukan perubahan yang berarti bagi negeri ini.

Siapa sih yang tidak ingin melakukan perubahan? Siapa sih yang tidak senang akan perubahan positif yang signifikan? Apalagi ada urusannya dengan kemakmuran. Saya rasa semuanya menginginkan perubahan ini.

Lalu bagaimana dengan fatwa haram MUI ini?

Ah, kalau saya berpikir, bagaimana jika kita menggunakan hak pilih dan wakil rakyat yang kita pikir ternyata khianat, dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada negara kita?

Apakah saya ikut bersalah karena sudah memilih wakil yang salah?

Haram juga nggak?

XOXO

Toekang Roempi

7 thoughts on “Fatwa Haram Golput

  1. sangat wajar kalo Golput itu nongol dari kalangan yang tingkat pendidikannya kurang, ato berasal dari daerah yang lumayan remote.. sangat dimengerti kalo mereka ngga ngerti (wong saya aja suka ngga mudeng) sama sistem Pemilu yang ada sekarang, karena orang-orang yang berkompeten buat ngasi tau terlalu sibuk bikin spanduk, flyer ato TVC yang masang muka mereka rame-rame. sangat wajar.

    tapi kalo Golput muncul dari orang yang ngakunya berpendidikan, selalu berteriak soal perubahan, tapi ngga nyari jalan buat mengedukasi orang lain yang ngga lebih tau buat milih.. itu baru ironis. ibarat kata dikasi amanah tapi ngga tanggung jawab.

    saya bukan pendukung Golput, tapi buat alasan tertentu, Golput masuk akal buat saya. saya sendiri sih pengennya ngga Golput dan bisa memilih orang yang tepat… pengen tau siapa pilihan saya? ketik REG spasi CHOOSE kirim ke 1234…

  2. @ Nepih…hehehehe…masih ragu2 ya? Kalo saya sih iya, tapi Insya Alloh sudah ada yang berhasil bikin saya “sedikit yakin” bahwa orang2 dipartai ini bisa membawa (sedikit – sukur2 banyak) perubahan.

  3. @ Nepih, saya juga belum pernah, Pemilu tahun lalu saja saya nyoblos…serius! Walo wacana itu muncul beberapa waktu belakangan, tapi diakui untuk pilgub kemarin saya nggak milih…hehehe

  4. Pingback: Antara Fatwa dan Edukasi « yudirockinrule

  5. mampir, salam kenal boz n temen2,

    btw menarik juga boz ulasannya. salut. saya hanyalah seorang yang awam dg urusan politik dan agama. namun tentang golput n fatwa haram , terkadang hati kecil berkata ” memilih adalah hak….bisa dipergunakan atau tidak…, tapi lebih baik dipergunakan, dengan harapan perubahan ke arah yang lebih baik.

    @ nepih, “tapi ngga nyari jalan buat mengedukasi orang lain yang ngga lebih tau buat milih..” , setubuh, eh stuju….

    salam damai

  6. Pingback: Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?) « M Shodiq Mustika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s