Hubungan antara perasaan nyaman dengan kesehatan pencernaan

Hari ini saya pulang kampung ke pekalongan. Seperti biasa, setiap akhir pekan saya menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman saya. Tidak ada masalah dengan ini, insya Alloh selama masih punya dana cukup untuk beli tiket bolak balik semarang pekalongan, saya masih punya kesempatan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan ini.

Dirumah ini, saya memang hampir tidak punya kegiatan yang cukup berarti, seperti bekerja dari 9-5 sore. Saya cuma bersantai bersama Mom. Kadang jalan-jalan, wisata kuliner – dalam artian jadi sering makan apa saja. Kadang hanya duduk-duduk diteras depan dan mengobrol ini itu. Atau tidur. Saya suka kegiatan ini, sama melelahkannya dengan bekerja seharian (bekerja dan menganggur sama melelahkannya buat saya). Tapi saya senang dengan keadaan menganggur selama satu setengah hari diakhir pekan. Anggap saja ini refreshing – membuat saya santai selama 2 hari.

Ya, saya santai. Bisa dibilang terlalu santai. Cuma makan dan tidur. Bahkan mom menyadari ini. Hahahahaha. Tapi tentu saja beliau tidak komplain melihat anaknya doing nothing.

Bicara soal santai dan terlalu santai ini, saya jadi bertanya-tanya. Terlebih ketika saya menyadari bahwa hampir selama saya dirumah, kesehatan pencernaan saya juga berubah jadi over. Seover santai saya. Just imagine kalau saya bisa BAB sampai 2-3 kali dalam sehari. Buat anda mungkin ini adalah sebuah keadaan yang normal dialami. Tapi bagi saya, Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Mengingat saya hampir tidak mengalami ini di semarang – kecuali saat sedang masa kalut (baca : diare berat karena masuk angin akut). Apakah saya senang dengan keadaan ini? Tentu saja saya senang. Tapi saya jadi bertanya-tanya, kenapa dalam keadaan normal di semarang- bukan diare, saya tidak bisa mengalami keadaan dimana saya bisa BAB sampai 2 kali sehari seperti halnya ketika saya menghabiskan waktu saya berakhir pekan dirumah saya sendiri?

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, keadaan perasaan seseorang memang bisa menyebabkan kesehatan pencernaan jadi terpengaruh.

Ketika seseorang dalam keadaan tertekan dia bisa saja susah BAB atau malah sering BAB. Saya pernah mengalaminya. Ketika saya bekerja di Jakarta dan saya harus tinggal disebuah mes, saya merasa tertekan. Pertama karena saya sendiri tidak terlalu menyukai pekerjaan itu, kedua, saya harus tinggal rame-rame dengan banyak orang dalam satu kamar dimana saya tidak suka dengan keadaan seperti ini. Dan dalam keadaan tertekan seperti itu saya merasakan dampaknya selama seminggu pertama dimana saya tidak pernah BAB! Bayangkan, satu minggu penuh, dan dihari ketujuh saya paksakan untuk bisa buang air. Dan hasilnya? Anda bisa bayangkan sendiri betapa tersiksanya saya.

Tapi alhamdulillah saya tidak mengalaminya dirumah setiap akhir pekan. Setidaknya dalam 1 hari saya bisa melakukan kegiatan alami manusia itu selama 2 kali (bahkan saat saya menulis postingan ini perut saya mulas, saya harap ini pertanda bahwa saya harus buang hajat, karena saya sudah banyak makan hari ini). Saya senang-senang saja. Karena mulai besok saya harus kembali ke semarang.

Mungkin memang ada hubungannya antara keadaan santai seseorang dengan kesehatan pencernaan mereka. Seseorang yang tidak punya banyak pikiran, menjalani hari-harinya dengan senang, tidak mengalami tekanan secara psikis, memiliki kesehatan pencernaan yang baik, dimana salah satu tandanya adalah dengan melakukan kegiatan BAB dengan teratur. Jadi, jika anda merasa bahwa selama ini kurang lancar BAB, selain kurang serat, mungkin saja memang anda kurang santai dalam menjalani hidup, terlalu tegang, terlalu stress dan banyak pikiran.Bekerja terlalu keras, dan terlalu lelah. Menyeimbangkan keduanya memang cukup penting. Antara bekerja dan bersantai, antara hidup dengan tekanan dan merasakan nyamannya lepas dari tekanan. Lepas dari kegiatan BAB ini, banyak lagi yang bisa dirasakan dari manfaat bersantai ini, tentu saja salah satunya ada efek kesehatan tubuh dan pikiran dalam jangka panjang.

Have fun guys, enjoy your weekend, loose ur breath and say c’est la vie.

XOXO,

Toekang Roempi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s