Antara Sapi Dan Musim Hujan

Sore kemarin saya sempat khawatir dengan kondisi cuaca. Ketika sudah sore dan saya belum pulang, sementara mendung sudah menghitam, saya masih di kantor. Sudah harus pulang tapi saya sedang malas pulang.

Tapi saya harus pulang.

Untung saja Mas Ian memberikan bantuan dengan meminjamkan motornya.😀

Tapi tetap saja saya spot jantung saat saya merasakan butir-butir air gerimis jatuh dari langit (halah)..

Saya bilang sama Tuhan

“God…please not now…not now…jangan ujan dulu pliiiiiisss…biarkan saya pulang, biar saya sampai dirumah dulu….”

Lampu merah…saya kawatir

Lampu hijau…saya kawatir juga, secara saya harus mengebut. Saya nggak bisa ngebut. Karena saya takut ngebut, hehehehe

Tapi akhirnya saya lega…karena saya sampai didepan pintu gerbang kos saya. Tepat waktu dan belum hujan. Bahkan saya sempat beli sate ayam yang lewat depan rumah saya! Jackpot!

Alhamdulillah….SAPI saya tetap kering dan sehat.

SAPI SAYA dan MUSIM HUJAN, memang tidak cocok…SAPI sehat berharga mahal, SAPI penyakitan, tidak ada harganya. Itu persamaannya antara SAPI saya dengan SAPI-SAPI yang lain. Bedanya…SAPI yang itu boleh dimandiin, sesering-seringnya tapi SAPI saya? Sama sekali tak boleh kena air!

Hikss…sekali kena air, SAPI saya sama sekali tak berharga.

Itulah kenapa saya begitu rewel ketika Wee bersikeras untuk menerobos hujan tanpa jas. Saya bilang

“Saya bawa SAPIIIII!!!!”

Sapi saya tak boleh kena air! Nanti sakit.

..

Sekali lagi saya cukup beruntung ketika sore ini sapi saya selamat dari hujan. Semoga saja untuk seterusnya demikian. SAPI saya harus kering.

Karena SAPI ini masih menanggung hutang…hiks hiks..

XOXO,

Toekang Roempi

6 thoughts on “Antara Sapi Dan Musim Hujan

  1. semingguan ini saya sering menerjang hujan menggendong EIDI di punggung saya. tentunya sambil ketar-ketir dan ngga henti2nya berdoa biar jas hujan saya ngga tembus dan melukai EIDI didalam sana… sekarangpun saya sedang terjebak hujan, demi EIDI..

    ps : yes, sejak membelinya saya menamai dia EIDI, seperti saya menamai motor saya, motor Terry bahkan boneka bebek saya di rumah..😀

  2. nasib Blacky sepertinya sama dengan EIDI dan SAPI…
    saia sengaja menginapkan blacky di “loker” biar aman dari hujan..

    btw, nepih…
    selain motor dan boneka bebek, ada lagi yang kamu beri nama??
    hmmm…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s