Tentang Ketidaksiapan Dan Pasca Pelaksanaan

malam ini saya 2 kali ngeRumpi jam 8 sampai 11 pagi dan 7 sampai 10 malam

Dan hari ini saya tidak melakukan apa-apa. Saya sedang tidak enak badan. Sementara saya mengira ini adalah masuk angin yang cukup akut, beberapa teman saya bercanda bahwa saya sedang hamil.

Ah, muntah-muntah memang selalu saja identik dengan hamil muda.

(mungkin dipikirnya saya ini seperti Thomas beatie – si lelaki transgender yang mampu hamil dan melahirkan🙂 )

well, kembali lagi ke saya yang tidak melakukan apa-apa. Tapi meski begitu saya menolak jika tidak ada yang dikerjakan selama seharian ini.

Ada kok. Ngerumpi. Makan. Tidur. masuk2in data ke kompi dan mikir tentang materi Buka Buka Buku edisi jumat ini…

(sigh)

Program ini sudah berjalan cukup lama, tapi sebagai produser program ini saya merasa belum cukup maksimal melakukan sesuatu untuk kemajuan program. Saya masih merasa kalau program ini saya garap seadanya. Padahal saya punya beberapa hal – kalau nggak bisa dibilang banyak, tentang pengembangan program ini dari sisi konten. Ada banyak hal yang ingin saya sisipkan daripada sekedar hanya mereview sebuah buku yang saya baca. Atau hanya sekedar baca sms, tapi lebih dari itu. Sesuatu yang simple tapi menarik.

Dan program ini serta pengembangannya, selalu membuat saya berpikir keras. Menyita perhatian saya. Kadang2 membuat saya lelah. Karena bukan ini saja yang saya pikirkan, tapi juga dengan pekerjaan yang lain.

Bagaimana membuat kualitas rumpian saya meningkat.

Bagaimana kualitas saya sebagai penata musik mengalami kemajuan.

Bagaimana merapikan ruangan kerja saya yang pecahnya seperti titanic yang morat marit.

Dan lain sebagainya, termasuk yang personal sekaligus.

Saya sering merasa tidak percaya diri dengan kemampuan saya sendiri. Saya sering meng-underestimate diri saya sendiri. Saya sering mengurung diri saya sendiri dengan ketakutan-ketakutan yang saya ciptakan sendiri.

Bagaimana jika saya tidak bisa memberikan bahan rumpian yang cincay?

Bagaimana jika saya tidak bisa membuat urutan putar lagu yang oke?

Bagaimana jika begini dan begitu.

Sama halnya ketika saya tidak percaya diri ketika dapat job untuk tampil membawakan sebuah acara di depan banyak orang.

Saya merasa takut.

Takut untuk gagal dan tidak diterima.

Karena saya merasa bahwa saya tidak punya cukup modal yang harus dipersiapkan demi suksesnya sebuah agenda kerja.

Seperti malam ini, ketika saya khawatir apakah saya bisa membawakan kembali program Buka Buka Buku dengan sukses lancar tanpa hambatan yang cukup berarti.

(hambatan ini biasanya berupa belibet bicara karena saya tidak siap)

Tapi untunglah semua hal yang sudah saya pikirkan sejak jauh-jauh hari bisa terlaksana meski jauh dari kata sempurna. Saya merasa bisa menyajikan sebuah review dengan baik – meski saya tahu review saya malam ini dan edisi2 sebe;lumnya masih sangat dangkal dan layak disebut sebagai sebuah review.

Tapi bagi saya , review malam ini cukup memuaskan. Buat saya pribadi begitu. Semoga saja yang mendengarkan rumpian saya malam ini cukup puas juga dan tertarik untuk membaca buku Bilangan Fu yang saya review.

Saya tahu kenapa bisa begitu. Karena saya sudah baca bukunya. Dan saya mempersiapkan untuk membuat bahan rumpian saya sedari kemarin – walau baru bisa saya selesaikan pagi ini di studio.

Persiapan memang bertemu dengan kesempatan, untuk bisa menjadi sebuah keberuntungan bagi seseorang. Tapi saya tahu malam hari saya tidak bicara soal keberuntungan. Saya bicara tentang persiapan yang menjadi faktor yang cukup utama dari suksesnya sebuah kegiatan.

Saya merasakan ini setiap kali hendak bekerja. Saya merasakan bisa melakukan banyak hal jika saya mempersiapkan banyak hal juga.

Setidaknya saya memiliki rencana kerja, dimana itu adalah bentuk dari persiapan juga. dan saya merasa saya lebih percaya diri dan gampang untuk menyelesaikan pekerjaan saya – meski tak 100% selesai dan memuaskan. Tapi setidaknya saya mengerjakannya dengan hati ringan dan perasaan yang cukup senang.

Jadi mulai saat ini saya akan sadar sepenuhnya – sebelumnya belum penuh kesadaran saya – untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup terencana. dengan cukup detil, demi apa2 saja yang saya kerjakan. Dan tidak perlu khawatir jika semua persiapan sudah dilaksanakan.

Dan sekarang…saya sedang mempersiapkan sesuatu…

saya sedang bersiap2 untuk pulang dan tidur…

ah…kangen, saya…dengan kasur busa saya…

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s