Catch The Moment – Jangan Disia-siain!

Beberapa waktu lalu, seorang teman saya pernah berkomentar lewat YM soal blog saya. Bukan komentar yang gimana-gimana sih, dia hanya bilang :

“Gila ya? Postingan lu banyak banget! sehari bisa berkali-kali. Lagi ‘ngedan’ lu?”

Dan saya cuma tertawa ( tentu saja dia nggak tahu bagaimana saya tertawa – wong saya cuma kirim ikon “ketawa ngakak” ).

Lalu saya mengecek jumlah postingan saya.

Busyet!!!

Hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan, saya sudah memposting lebih dari 120 item – dan hampir semuanya rumpi!

masih tergolong sedikit ya?šŸ˜€

Saya sendiri mengaku cukup ‘amaze‘ dengan perkembangan blog saya ini. Banyak bener yak rumpiannya?

Lalu saya menimbang2, selama ini, apa yang membuat saya begitu rajin posting, bahkan hal2 yang nggak penting yang (mungkin) orang lain nggak ingin tahu?

Saya jadi teringat Bilangan Fu yang saya baca beberapa waktu lalu, salah satu tokoh utamanya, si Sandi Yudha, sangat bersikap sinis dengan orang2 yang keranjingan blog. Dia berpendapat bahwa blog hanya menjadi media bagi orang2 yang sebenarnya narsis, butuh pengakuan dari orang lain, apalagi kalau urusannya hanya melulu soal dirinya, hidupnya, dan apapun yang dia alami.

terus terang, saya seperti merasa disindir…šŸ˜€

Tapi lalu saya berpikir, ah, Hell-lah si Sandi Yudha, i don’t care kamu mau ngomong apa, wong eksis didunia ini saja ndak? ngapain pusing-pusing mikirin pendapat kamu?

Anyway, kembali ke “apa yang membuat saya begitu rajin memposting sesuatu yang sekali lagi (mungkin) orang bahkan nggak ingin tahu

Buat saya, kuantitas ini memang ada hubungannya dengan kesenangan saya melihat banyak hal, yang bahkan mungkin simpel. KalauĀ barangkali buat orang lain itu bukanlah hal populer yang layak ditampilkan dan dibagi, tidak begitu dengan saya.

Terserah apakah orang lain akan suka atau tidak, tapi yang pasti, kenikmatan menangkap momen yang walaupun kecil itulah yangĀ rasanya memang luar biasa. Dan lebih luar biasa lagi ketika saya berhasil mempostingnya. Syukur kalau misal ada yang baca.

Saya seperti mendapat Jackpot dari mesin slot!

Makanya saya heran – tapi sekaligus bisa mengerti –Ā ketika seorang teman saya yang lainĀ Ā dimanaĀ menurut saya dia ini termasuk seorang Blogger aktif –Ā merasa bahwa hidupnya tidak terlalu menarik untuk diceritakan diblog. Makanya postingannya kadang ada kadang enggak.

Dia juga mengalami sebuah habit yang buruk, yaitu sering kehilangan mood untuk menulis.

Well, saya juga sering – dan saya beruntung saya bisa memiliki SAPI bersama saya, sehingga ketika ada sebuah momen tentang hal-hal kecil sekalipun, saya bisa menangkapnya dalam bentuk rangkaian kalimat.

Tapi memang, saya merasakan sebuah perkembangan kemampuan, juga pola pikir saya tentang bagaimana sebuah postingan itu.

Kalau dulu saya sering kehilangan mood karena saya merasa harus benar-benar bisa merangkai kata-kata sampai menjadi sebuah kalimat yang menarik yang panjangnya harus bikin “scroll” jadi kelihatan keciiiiiiil sekali, tapi sekarang tidak.

dulu saya memaksakan diri untuk membuat postingan harus terlihat banyak bertumpuk-tumpuk, tapi sekarang, jika memang tidak ada banyak hal yang ingin saya tulis pun, tetap saja saya tulis, jika dan hanya jika, saya memang menangkap momennya.

Bahkan jika itu hanya sekedar gambar…

Karena rasanya sayang sekali jika sebuah cerita menarik harus terlewatkan begitu saja, wong cerita saya yang tidak terlalu menarik saja, bisa saya posting? masa punya anda enggak?

Jadi memang, (ada yang bilang) menjadi Blogger itu gampang, tinggal cerita aja kok.

Ya, emang gampang

Kitanya aja yang kadang2 suka bikin susah.

Kitanya aja yang kadang2 suka pilih2 cerita.

Kitanya aja yang terlalu pengin tulisan kita terlihat indah.

Padahal tidak harus seperti itu.

Pengalaman membeli sayur yang berulat, atau makan cokelat valentine yang sudah hampir kadaluarsa, bisa juga jadi sebuah cerita yang menarik bukan?

Asal kita mau menangkap momennya dan menyimpannya dalam otak kita, atau jika memungkinkan, langsung saja di save dalam PC kita.

Dan jadikan hal sederhana menjadi sebuah hal yang menarik untuk dibagi.

Dan itulah kenapa, hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan postingan saya membuat teman saya terkejut, yaaa…karena menurutnya dalam waktu yang sama, belum tentu dia bisa bikin postingan sebanyak itu.

Ah, kamu terlalu berat mikirin hidupmu sendiri sih…(pikir saya waktu itu)

Atau jangan2, kamu ini termasuk yang dibilang Sandi Yudha? pengin narsis dengan tulisan indahmu (pikir saya juga)

Hehehehehe…

Tapi dia bilang “emang nggak ada waktu kaleeeeeee

Oooo…ya sudah kalau begitu.

Tapi….tetep bisa CATCH THE MOMENTĀ  kaaaannn?

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s