Jahat Atau Hak?

Sebuah pertanyaan yang mungkin tidak semua orang paham. Karena hanya saya dan teman saya saja yang paham hubungan antara pertanyaan diatas dengan sesuatu yang sedang terjadi saat ini, antara dia dan pacarnya yang jauh disana.

Tadi malam, ketika jam segitu saya sudah tidur (busyet! tumben banget jam 10 sudah berangkat ke peraduan..jiah!), dia mengirimkan pesan singkat pada saya – yang saya yakin  tidak hanya saya yang menerima sms tersebut. Dia bertanya “memutuskan pacar itu adalah sebuah hak atau kejahatan sih?”

Dan saya yang sudah tidur tidak menggubrisnya – tidak tahu lebih tepatnya.

Siangnya, saya baru membuka obrolan tentang hal itu dengan dia. Hak atau kejahatan?

Bingung. Blank. Tidak tahu harus menjawab apa.

Ibarat kata, putus pacaran itu..seperti perceraian kecil, menurut saya. Kalau ada kiamat besar dan kiamat kecil, ya begitulah posisi dari keduanya. Hanya berbeda di lingkupnya saja. Sama-sama tidak enak dan rumit, tapi yang satu dilembaga perkawinan yang satu masih dalam tahap pengenalan.

Teman saya ini akan mencoba untuk memutuskan bahwa sekaranglah saatnya mengambil keputusan, untuk berhenti saja sampai disini dan merubah statusnya menjadi single kembali. Hanya saja memang prosesnya tidak semudah itu. terlebih dia merasa bahwa kekasihnya yang satu ini baik hati-bahkan terlampau baik.

Dari dulu sampai sekarang-masalahnya dalam berhubungan adalah tentang jarak – (ah, siapa sih yang enggak?) Jarak jauh memang menjadi kendala. Jangankan yang jauh, yang dekat saja kadang masih suka terkendala dengan sibuknya pekerjaan apalagi yang berkilo-kilo jauhnya.

Teman saya ini-hampir sama seperti saya- bahasa cintanya adalah kedekatan, sentuhan, dan komunikasi. Jadi agak susah menangani perasaannya sendiri ketika berjauhan. Ya, tidak disentuh sama saja tidak dicinta. Kata-kata indah penuh cinta hanya terasa garing semata. Lewat percuma kalau tidak ada tindakan nyata. Setidaknya begitu kira-kira….

Ya, dia merasa semuanya kering. Seperti tidak berarti apa-apa. Itulah kenapa dia dilanda kebingungan luar biasa saat sekarang, ketika dia harus memutuskan “sepertinya sudah harus segera diakhiri…tapi dia baik banget”

Ini hak ku atau aku akan melakukan sesuatu yang jahat?

Menurut saya – ini yang saya bilang pada dia…

Bukan masalah hak atau jahat sih. Kalau keduanya bisa memulai semua ini dengan obrolan yang enak, menjabarkan duduk permasalahannya, dan mau sama-sama mengambil keputusan bahwa ini semua harus diakhiri, meski nanti akan ada yang sakit hati, saya rasa ini bukan kejahatan. memutuskan itu juga hak masing-masing pribadi, tapi tidak lantas bisa berbuat seenaknya. Semua tindakan, harus ada alasannya. Dan alasan inilah yang membuat hak jadi terasa tidak terlalu semena-mena, dan keputusan itu tidak terasa sebagai suatu tindakan yang jahat.

semoga bukan hal yang susah dimengerti oleh dia maupun siapa saja yang membaca ini.

Jahat atau Hak, semuanya berpulang pada sudut pandang masing-masing. Sekali lagi, proses yang penting. Asal prosesnya smooth, saya rasa semua keputusan selanjutnya akan bisa diterima oleh semua pihak?

bagaimana menurut anda?

XOXO,

Toekang Roempi

2 thoughts on “Jahat Atau Hak?

  1. Hm…..klo menurut aq ce bnr juga.
    memang ce melupakan orang yang paling kita sayangi itu butuh waktu.
    tpi bukan berarti kita terlarut dalam kesedihan.
    Masih bayak yang meski kita kerjakan.
    Key….

  2. yach klo jahat taw ga, pastinya ga lah…seseorang memutuskan pasangannya itu karna ad alasan tertentu.
    Dan alasan itu yang harus di jelaskan.
    Jangan pernah menggantungkan suatu hubungan.
    Dan kita tau kan sesuatu yang menyakitkan adalah apabila kita mencintainya tapi orang tersebut tidak mencintai kita.

    See U…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s