Selingkuh…

FFfuuh..akhirnya, setelah lama absen nonton Oprah Show-Karena Metro TV yang tidak konsisten dengan jam penayangannya sehingga saya sulit mengikutinya – siang ini saya menonton lagi 1 episodenya. Kali ini dia mengangkat topik tentang kenapa lelaki berselingkuh. Menghadirkan nara sumber, seorang penulis buku tentang kenapa pria berselingkuh dan bagaimana wanita harus menghadapinya.

Ada yang pro ada yang kontra. Ada yang setuju sebab-sebab pria melakukan perselingkuhan, tapi ada juga yang tetap ngotot bahwa apapun alasannya, pria tidak seharusnya selingkuh.

Kali ini memang bahasannya hanya seputar kenapa Pria – bukan kenapa wanita. Padahal keduanya sama-sama berpotensi melakukan “kegiatan” yang sama.

Agar lebih imbang, saya hanya ingin bicara dari sudut pandang yang tidak memihak siapapun ,karena sekali lagi, perselingkuhan bukan lagi dominasi pria. Karena wanita juga terlibat disana, jadi wanita juga melakukan hal itu.

Sejak dulu saya mencari definisi tentang apa itu selingkuh. Ketika saya bertanya pada teman-teman saya tentang definisi dan perselingkuhan bagi mereka, ada yang bilang : “Selama nggak pakai hati, itu bukan namanya perselingkuhan”..sementara ada yang bilang “Kalau udah main fisik, itu baru namanya perselingkuhan, kalau masih pake pikiran dan hanya disimpan dalam hati, itu belum termasuk…”

duh, membingungkan.

Sekarang bayangkan situasi ini…anda sudah punya pasangan. kemudian anda naksir orang lain, lalu anda melakukan sesuatu yang…ya…sebut saja..flirting lah, begitu istilahnya. Anda tidak berniat untuk main fisik atau hati dengan orang itu. Hanya karena anda tertarik, lalu anda sedikit flirting sama dia untuk memuaskan rasa ketertarikan anda. Anda merasa tergoda. Menurut anda, apakah itu sudah termasuk berselingkuh?

bingung kan? tapi saya yakin, mayoritas akan berkata “Bukan”

Tapi tanya Dr. Neuman – narasumber di Oprah tadi siang. Dan beliau akan berkata “Ya, itu perselingkuhan”. So simple sebenarnya.

Perselingkuhan adalah ketika anda melakukan kegiatan dengan orang lain yang anda taksir atau dia naksir anda, entah itu kegiatan fisik atau non fisik. Bertemu di sebuah kafe atau di chat room internet, sementara Anda menyembunyikan kegiatan itu dari pasangan anda, itu namanya berselingkuh. Karena anda membuka pribadi anda pada orang lain tanpa sepengetahuan pasangan anda.

Tapi terkadang, kita membuat parameter kita sendiri. Selama kita senang dan kita menganggap bahwa apa yang kita lakukan tidak terlalu jauh, itu namanya bukan berselingkuh. Tapi ternyata tidak sesederhana itu.

Kehidupan yang dijalani berdua dengan pasangan adalah kehidupan baru yang menantang. Ketika waktu akhirnya merubah pasangan anda, dari yang dulu suka berkata-kata indah, tapi sekarang malas untuk mengatakannya pada anda. Dulu yang dia begitu suportif, tapi belakangan malah suka mencela anda dan pekerjaan anda, dulu dia yang senang ngobrol apa saja, tapi sekarang lebih banyak diam, dan malas pulang kerumah atau malas bertemu anda, adalah faktor pencetus perselingkuhan.

Apakah tanda-tanda itu bisa dibaca. Sebagian iya sebagian tidak. Tapi saya rasa, kita memang dibekali oleh semacam insting yang cukup kuat untuk menemukan sesuatu yang salah pada pasangan kita. Apalagi untuk yang sudah menikah selama bertahun-tahun dan paham betul bagaimana sifat, tingkah laku, kebiasaan, bahkan ritme hidupnya. Pasti bisa dengan mudah menangkap sinyal-sinyal tanda bahaya bahwa kehidupan berpasangan ini sudah mulai mendapatkan ancaman dari pihak lain.

Dr. Neuman menggambarkan, hal-hal yang paling sering muncul ke permukaan sebagai pencetus terjadinya perselingkuhan adalah kurangnya komunikasi dan penghargaan kita kepada pasangan. Sebuah hal yang masuk diakal, mengingat kita ini adalah manusia yang mungkin selalu ingin untuk didukung, ingin dipuji, apalagi untuk kaum lelaki. Mereka sangat senang jika pasangan mereka mendukung sepenuhnya dengan memberikan penghargaan atas hasil kerja keras mereka sebagai kepala rumah tangga. Dan seringnya, ketika rasa penghargaan ini hilang, dia akan berusaha mencari dan menemukan siapa-siapa saja yang masih bisa menghargai dia dan hidupnya, secara sadar atau tidak sadar.

Ada satu hal yang menarik yang datang dari salah satu penonton Oprah siang ini, seorang wanita, yang berpendapat bahwa apapun alasannya, entah itu komunikasi yang berkurang atau kurangnya penghargaan, para suami tidak selayaknya dan tidak berhak berselingkuh dengan orang lain. Kalau memang dia merasa bahwa kehidupan pernikahan mereka bermasalah, hanya ada 2 opsi. Bicarakan untuk mencari jalan keluar dan kemudian melanjutkan, atau bercerai. So simple, dia bilang. Tidak ada alasan bagi mereka untuk berselingkuh.

Well, separuh dari hati saya berkata, ya, memang harusnya begitu. Tapi separuh hati saya mengatakan bahwa perselingkuhan ini terjadi karena satu dan lain hal, dan seharusnya memang hal-hal seperti ini sudah bisa diantisipasi bersama oleh masing-masing pasangan. Semakin dini diantisipasi, semakin kecil kemungkinan untuk pasangan kita berselingkuh.

..

1 hal. Komunikasi. Yang membuat saya mengangguk-angguk setuju dengan pernyataan Dr. Neuman. Komunikasi itu memang penting. Dasar komunikasi yang kuat akan membuat semuanya mudah untuk dibicarakan. Kemampetan komunikasi antar pasangan akan membuat salah satu pihak mencari sumber lain untuk bisa bicara, dan hal ini rentan membuka pintu godaan untuk melakukan penyelewengan.

..

Lalu, jika pasangan anda berselingkuh, masihkan anda akan memaafkannya? sebagian berkata ya sebagian berkata tidak.

Buat saya pribadi, saya tidak bisa mentolerir perselingkuhan, apapun bentuknya. Sekali dia tidak jujur, tidak ada yang bisa diperbaiki. Buat saya, tidak ada kesempatan kedua untuk melanjutkan hubungan, jika sudah dicemari oleh perselingkuhan.

“Kalau kamu selingkuh, itu artinya kamu sudah tidak menginginkan saya lagi dengan mencari orang lain. Buat apa saya memaksa kamu untuk tetap bersama saya, kalau kamu sudah tidak menginginkan saya lagi.”

begitu motto saya.😀

memang terkesan ekstrim, tapi buat saya, perselingkuhan adalah sebuah akhir, dari kematian itu sendiri.

bagaimana dengan anda?

XOXO,

Toekang Roempi

4 thoughts on “Selingkuh…

  1. saia suka bagian ini
    “Perselingkuhan adalah ketika anda melakukan kegiatan dengan orang lain yang anda taksir atau dia naksir anda, …. sementara Anda menyembunyikan kegiatan itu dari pasangan anda, itu namanya berselingkuh. Karena anda membuka pribadi anda pada orang lain tanpa sepengetahuan pasangan anda”

    that’s true!!

    tp cin, membuka pribadi kita pada orang lain itu ada batasnya kan?? ato mungkin tanpa batas?? sehingga memungkinkan terjadinya perselingkuhan??
    hmmfff….
    btw, …tidak sedang menjadi korban perselingkuhan kan???

  2. buat saya, membuka pribadi kita untuk orang lain…Hmm..tentu saja memang ada batasnya. Tak masalah kalau membuka diri untuk siapa saja. Hanya saja memang ini sulit dideteksi. Karena yang tau ya diri kita sendiri. Sekali lagi kembali ke motivasi diri sendiri. Setidaknya, untuk membedakan antara membuka pribadi dengan niat berteman biasa atau untuk mencari hiburan dari pihak lain, kita harus memberi tahu pasangan. Dengan siapa kita bertemu hari ini, dengan siapa kita berkenalan hari ini, dsb. At least pasangan tahu lah, minimalnya begitu. And nope, (semoga) saya sedang tidak menjadi korban ya?

  3. ehm, ehm,,
    aku pernah baca salah satu blog. senegitu sebelnya dengan cwok yang selingkuh, di blog dia selalu memojokkan gender pria.
    apakah dia tidak mengerti cwok itu selingkuh dengan siapa? tentu sja dengan cwek.🙂

    yah, tidak sepantasnya kita memihak yang cwe atau cwo, keduanya berkompeten untuk itu.

    asal ada kesempatan dan niat bisa saja terjadi.
    yang penting kita bisa jaga diri.🙂

  4. Yah ada sebagian orang” bilang klo selingkuh itu buah” cinta dan intrik sebagai tantangan. . . tapi aku ga melihat itu semua sebuah tantangan tapi kebohongan. . . membuka cerita pribadi seh emang kadang kita bisa terbuka terhadap orang yg blm kita kenal sebelumnya unt curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s