Tatat Dan Bohai : Tentang Dukungan Dikala Susah

Tatat nggak doyan makan. Bah! Ada apa gerangan? Bohai tak tahu. Bohai jadi seperti kehilangan “partner in crime” malam ini.

“kamu kenapa sih Tat?” Tanya Bohai. Tatat cuma diem. Bohai tambah bingung. Padahal nih ayam goreng sambel tomatnya enak banget, tapi malam ini jadi berubah amburadul. Ini nih musuh makanan enak. Mood! Rule number…sekian dari aturan memamah biak si Bohai, dilarang makan dengan mood jelek! Karena mood jelek bisa mengacaukan indra penciuman. Rasa makanan jadi kacau nggak jelas. Dan S**T! Bohai pun harus mengalami kejadian ini.

Sepanjang malam Bohai dan Tatat nggak banyak bicara. Bahkan sampai Tatat pulang – setelah melakukan prosesi cium kening, 2 mata, hidung, dan bibir, sambil bilang “aku pulang ya say?” – Tatat masih kelihatan suntuk. Ah, ciuman-ciuman itu jadi tak terasa kehangatannya. Bohai manyun.

Bohai masih nggak bisa tidur. Sementara disana Tatat juga. Mungkin ini karena efek udara panas di Semarang akhir-akhir ini. Rasanya gerah minta ampun.

Tatat nggak mau jujur. Dia lebih milih diam. Ih, apa semua cowok begitu ya? Heran!

Lalu henfon Bohai bergetar (memang sengaja, udah malam soalnya – takut ganggu tetangga😀 )

SMS dari Tatat :

“Bohai ge apa?”

SMS Balasan buat Tatat dari Bohai.

“Lagi rebahan. ga isa tidur. Gerah je? Tatat blm tidur?”

Tatat bales lagi.

“Belum. Tatat gi sedih. Lamaran kerjaan yang Tatat kirim kok belum ada yang jebol ya? Padahal udah keluar duit banyak buat apply kesini kesitu tapi masih belum ada hasil juga”

Bohai bales sms Tatat dengan Semangat Positif Ditularkan Mode : On

“Tatat sabar ya? tatat harus tetep rajin sholat seperti biasanya, jangan kaya Bohai. Mule sekarang tatat jadi anak baik. Ga perlu khawatir Bohai tetep disini. Ga usah ngerasa nggak enak ama Bohai

“Emang Tatat kurang baik ya?”

“Ga juga. Udah baik kok. Mungkin harus lebih ramah sama  orang lain. Banyak temen kan banyak rejeki? Oh ya, dapet salam dari Nepih, katanya kudu banyak senyum🙂 “

“hehehe, salam balik. Tapi muka Tatat kan ancur, Tatat ga bisa senyum. Bohai kan tahu itu?”

“Ya tapi kan muka ancur bisa dibikin jadi lebih enak dilihat kalo Tatat murah senyum?”

“Hehehehe, muka ancur tetep kudu senyum yak?bisa bisa…btw, Bohai masih cinta Tatat kan kalo Tatat dalam keadaan gini terus?”

“:) selama Tatat masih cinta dan setia, Bohai ga akan kemana2 kok….”

“Love u bohaiku…”

“love u jg Tatatku…”

Dan cerita roman picisan dimalam buta itupun berakhir dengan suksesnya Bohai “klenger”  dengan dengkurannya yang khas! Bener-bener deh tu orang, nggak tahu sopan-santun.😀

Tatat memang sedang dalam masa “pencobaan”. Ya anggap saja begitu. Dia kehilangan pekerjaan beberapa waktu lalu dan sampai sekarang belum mendapatkan gantinya. Sebenarnya sih bukan disebut kehilangan juga, karena Tatat yang memaksa untuk berhenti bekerja dengan alasan benci ma Bosnya.

Bohai sudah sering bilang kalau Tatat jangan emosi. Harus sadar kalau jaman sekarang nyari kerjaan itu susahnya minta ampun. Tapi Tatat lebih dikuasai emosi dan darah mudahnya. Akhirnya dia resign tiba-tiba dengan rasa percaya diri tinggi bahwa dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Tapi Tatat mengesampingkan bahwa krisis ekonomi global sekarang ini membuat semuanya makin sulit. Dan balakangan Tatat baru menyadarinya.

Tatat bukan orang pertama yang mengalami kerugian karena terbawa emosi. Dulu Bohai juga sempet merasakan tidak enaknya jadi pengangguran. Bohai tahu bahwa kadangkala, kita harus sedikit berdamai dengan situasi, bahwa emosi jangan terlalu dikedepankan. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Harusnya begitu. Tapi dulu Bohai lebih memilih keluar ketimbang berdamai dengan situasi. Dan akhirnya Bohai jadi pengangguran lebih dari setahun. Dan pengalaman itu memberikan Bohai pelajaran berharga, bahwa situasi dikantor, sesulit apapun, pasti mutlak terjadi. Konflik dengan teman seprofesi atau bahkan mungkin dengan bos sekalipun, sudah menjadi hal-hal yang wajar. Kenyamanan dalam bekerja memang hal yang utama. Tapi masalah, tidak bisa diharapkan nihil dalam dunia kerja. Selama kita masih bisa bekerja dengan baik, selama kredit poin kita masih bagus, dan bos tidak ada masalah dengan hasil kerja kita (dengan kata lain nggak mecat kita), kenapa kita sendiri yang harus repot?

Makanya sekarang Bohai jadi tahu bagaimana situasi ini membuat Tatat galau. Sebagai seorang lelaki, menganggur adalah hal yang memalukan. Dan tugas Bohai sekarang adalah mendukung Tatat untuk terus berusaha.

Bohai tahu kalau semua ini akan berakhir dan dia percaya bahwa mendukung Tatat adalah satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sekarang. Bohai tidak bisa melakukan apa-apa selain memberikan dukungan agar kekasihnya yakin bahwa Tuhan akan memberikan kesempatan kedua untuk Tatat bisa belajar dari kesalahannya dimasa lalu.

“Aku nggak malu kalo harus kerja jadi OB sekalipun” begitu Tatat bilang tempo hari.

“Iya…Tatat nggak perlu malu, yang penting kerjaan halal. OB juga dihormati posisinya sekarang”

“Bohai nggak malu punya pacar OB?”

“Sekarang aja, Bohai nggak malu pacaran ma pengangguran? apalagi ntar jadi OB? yang penting Tatat nggak jadi perampok!”

Lalu keduanya tertawa.

 “Bohai…”

“Iya Tat?”

“Tatat cinta sama Bohai…”

hug1dan mereka pun berdansa dibawah lampu kamar yang sudah mulai kehilangan dayanya. Tanpa musik yang terdengar, tapi mereka tahu, kalau langkah-langkah mereka malam itu diiringi oleh alunan musik yang sama, yang hanya mereka berdua yang mendengarnya. Musik yang bisa membuat Bohai tetap mendukung Tatat, dimasa-masa susah, dan musik yang membuat Tatat percaya bahwa kekasihnya ada saat dia butuh dukungan.

*dan momen itu muncul ditengah-tengah waktu tidur Tatat dan Bohai*

PS : Bohai berhenti mendengkur ketika dia bermimpi berdansa dengan Tatatnya tercinta.

Note from toekang roempi : duh, prewi kok ngorok…😀

XOXO,

Toekang Roempi

3 thoughts on “Tatat Dan Bohai : Tentang Dukungan Dikala Susah

  1. ehmmm pantesan. . . . tetangga juga ngerasain efek negatifnya. . . tapi sabar itu emang luar biasa. . .apapun itu mau kita keinginan kita klo mau bgt untuk bersabar terbuka kesempatan bahkan peluang. . . [cerita sendiri juga loh]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s