Tatat Dan Bohai : Facebook Dan Fungsi Jejaring Sosial

Mungkin tidak terpikir oleh Bohai bahwa bergabung dengan situs jejaring sosial seperti facebook akan memberikan kegiatan tambahan dalam aktifitas hariannya disela-sela kegiatan pokoknya sebagai manusia. Kalau sebelumnya kegiatan hariannya adalah  makan, tidur, kerja bentar, makan lagi, tidur lagi, dan seterusnya (tentu saja ada ibadah wajib disitu🙂 ) tapi sekarang ritmenya adalah Makan (sambil fesbukan di hape), tidur (fesbukan lagi sebelum tidur, masih lewat aplikasi mfacebook di hapenya), kerja bentar (diselingi fesbukan lewat kompi kantor) dan begitu seterusnya.

Kadang aktifitas facebook-an Bohai juga tidak termasuk yang makna-makna banget. Kadang cuma sekedar jadi ajang narsis aja. Ngecek siapa  yang udah add dia jadi temen (Bohai bukan termasuk yang suka nge add – tapi seneng kalo disuruh approve), terus ngecek siapa-siapa saja yang sudah nempelin komen di wall-nya (yang ini sangat jarang karena postingan Bohai di wall jarang ada yang menarik).

Bohai tidak suka menggunakan aplikasi di facebook. Alasannya karena Bohai nggak paham fungsi dari aplikasi tersebut. Pernah dia dapat tawaran dari salah satu teman facebooknya untuk bermain Mafia apaan itu…terus juga tawaran untuk main poker..atau mengisi kuis. Bohai nggak terlalu suka karena memang nggak terlalu paham apa sih asyiknya.

Beda dengan Tatat yang begitu antusias ketika dia bergabung dengan situs jejaring sosial  yang satu ini. Awalnya karena memang tidak ingin ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Sebagai sosialita tetap harus keep in touch dengan teman-teman diluar sana. Apalagi dengan kondisinya sekarang. siapa tahu jejaring sosial yang sedang populer ini bisa memberikan benefit yang lebih buat dia. Siapa tahu ada info lowongan kerja dari teman yang jauh disana. Buat Tatat, semakin banyak teman, semakin banyak potensi yang bisa diraih – ini juga yang disetujui oleh Bohai, alih-alih belum menikah dan punya anak, mereka mengganti jargon banyak anak banyak rejeki dengan banyak teman banya rejeki.

Tatat selalu rajin dengan facebooknya. Mengomentari wall orang, membuat post wall sendiri, memasang video, membuat foto wall yang diambil bersama dengan teman-temannya, ikut kuis yang sama sekali tidak valid keabsahannya, dan bergabung dengan kelompok mafia virtual yang entah memberikan keuntungan apa.

Yang pasti Tatat dan Bohai memandang facebook dan situs jejaring sosial ini secara berbeda. Tatat mungkin lebih positif melihat hal-hal yang bisa diambil hikmahnya dengan bergabung bersama dengan situs jejaring sosial seperti ini. Sebut saja Friendster, Tagged, Facebook, mungkin Twitter juga, Tatat punya.

bagaimana dengan Bohai? Friendster saja sudah ndak pernah diurusin. Apalagi akun yang lain. Bohai pernah begitu tergila-gila dengan friendster. Tiada hari tanpa friendster. Tapi lalu Bohai berubah pikiran…

“Friendster udah jadi kayak rumah bordil virtual…lihat aja banyak orang-orang bugil dengan shout out yang mengundang birahi, terpampang dengan sukses disana…jadi malas…”

“Loh, ya biar aja, wong yang penting kamu nggak ikut-ikutan. Lha wong di facebook aja ada yang begituan kok,”

“Oooh, iya ya?” Bohai keheranan.

Mau friendster mau facebook atau jejaring sosial yang lain, hal-hal seperti itu memang ada. Nggak bisa 100 % aman. Pasti ada aja yang menyelewengkan –😀 kalo boleh dibilang begitu sih. Mungkin pada awalnya, situs seperti itu memang ditujukan untuk membentuk sebuah pertemanan baru dengan orang-orang diluar sana, atau menjalin silaturahmi dengan teman-teman lama, tapi adaaaaa aja yang suka nganeh-anehi. Untung saja masih ada kebijakan dari pendiri situs yang bisa dengan sepihak mem-banned profil-profil yang dianggap ofensif.

begitu jelas Tatat pada Bohai kekasihnya. Ah, Tatat memang berotak encer!

“Tapi sebenernya orang-orang itu pada ngapain ya di facebook, Tat?” Kok kayaknya cuma seneng-seneng aja ya?”

“Menurut loooo??? Ya iyalah, tujuannya kan cuma buat seneng-seneng aja cintakuuuuu…ya berbagi lah kalo emang ada yang pengin dibagi”

“Tapi perhatiin nggak sih Tat kalo sebenernya orang-orang itu..”

“termasuk kamu,” Tatat memotong kalimat Bohai.

“Iya, termasuk aku.” ujar Bohai ketus lalu melanjutkan kalimatnya. “Perhatiin ga sih Tat kalau ternyata kita ini punya kecenderungan untuk haus akan perhatian? Bayangin aja, kadang-kadang kita suka post sesuatu yang nggak penting? Aku aja rasanya seneeeeeng banget kalo misal ada yang nanggepin postinganku. Dan ngerasa juga nggak sih kalo ternyata sebenernya kita ini cuma terhubung dengan orang-orang yang kita kenal aja? aku tuh punya banyak temen yang bakan aku sendiri nggak kenal, yang nge-add tapi aku nggak kenal. Aku asal approve aja. Yaaa..itung-itung nambah temen kan? Kayaknya keren kalo di daftar temen kita bisa seribu berapaaaa gitu. Ya kan? padahal nggak ada sepertiga atau bahkan seperempatnya kita kenal.”

“Hehehe..iya juga sih ya?” Tatat garuk-garuk kepala. ‘Aku aja nggak banyak kenal dengan temen facebook-ku”

“percaya nggak sih Tat kalo dalam hidup kita, hanya 12 orang yang benar-benar dekat dalam kehidupan kita, termasuk keluarga?”

“statement darimana tuh?”

“Ya aku pernah denger itu tapi aku lupa darimana. Tapi iya nggak sih kalo sebenernya kita nggak terlalu dekat dengan banyak orang seperti yang kita kira?”

“Yaaaa..kalau yang dekat bener bener dekat mungkin memang dikit, tapi kan ga ada salahnya kenal dengan banyak orang kan?”

“Iya sih Tat…”

Ini adalah sebuah diskusi yang memang tidak bermakna. sama tidak bermaknanya dengan pandangan mereka terhadap situs jejaring sosial yang sekarang ini sedang marak dimana-mana. Nggak keren kalo nggak gabung dengan facebook. Nggak hebring kalo nggak tahu apa itu twitter. Semuanya dicoba dengan dalih nggak mau dibilang “udik” dan nggak gaul. Padahal fungsi utamanya juga nggak terlalu kena. Just for fun. Mungkin itu saja yang dirasakan.

Yang pasti memang keduanya sadar kalau kendali akan hidup mereka ada ditangan diri mereka sendiri. Facebook tidak bisa mengambil alih (jiah! lebay!) Kegiatan harian tidak boleh terganggu karena facebook. Sekali lagi just for fun, not too serious.

“Tat, masa’ tho, ada yang ngirim pesen di facebook-ku, katanya mau kenal lebih deket sama aku dan minta nomer hape. Kasih nggak ya?”

“Hah!!???!!”

XOXO,

Toekang Roempi

One thought on “Tatat Dan Bohai : Facebook Dan Fungsi Jejaring Sosial

  1. hahahahaha ketahuan belangnya. . .tapi karena si tatat ini need bgt kerjaan kan sapa tau lewat FB ketemu loh.. . banyak sekarang perusahaan” sudah memulai searchin pegawai”baru mereka lewat FB. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s