Just A Sentences…

Saya tidak akan pernah bosan mendengarmu bicara…

Jadi bicarakan saja, tanpa perlu merasa tidak enak. Katakan apa saja yang ingin kamu katakan. Ungkapkan saja apa yang ada didalam hati dan  pikiranmu. Seandainya itu bisa mengurangi sedikit beban, makan kurangilah dengan berbicara pada saya. Mungkin tidak akan ada garansi bahwa kamu akan pulang dari sini dengan senyuman lebar dan dada membusung karena siap menghadapi tantangan hidup lainnya, tidak, tidak ada 100% garansi untuk itu. Tapi setidaknya saya bisa melihat kamu tersenyum saat bersama saya.

Saya tidak akan bosan mendengar kamu berkeluh kesah…

Karena saya juga akan begitu seandainya saya mengalami sebuah keadaan yang sama dengan kamu. Hidup memang bukan hanya tentang keluh kesah, tapi tidak ada sebuah vonis bahwa kamu akan bersalah jika kau berkeluh kesah. Karena inilah hidup. Tak hanya sekedar tawa berderai-derai. Tapi juga bisa tangisan yang menganak sungai. Tak hanya senyum yang bisa mencerahkan dunia, tapi juga muka masam yang bisa membuat dunia serasa gelap gulita.

Tidak apa-apa…tidak apa-apa.

Tuhan menciptakan 2 sudut bibir yang bisa melengkung keatas dan kebawah. Yang kadang tersenyum, tapi kadang juga bisa cemberut.

Tuhan menciptakan air mata, sehingga kita bisa menangis. Jadi tak harus kamu terus tertawa.

Dan lebih tak apa jika kamu ingin berbicara pada saya, bercerita pada saya, tentang masalahmu. Sungguh tidak apa-apa.

Saya ingin mendengarnya. Karena sekarang giliran saya untuk mendengar. Karena dilain waktu keadaan bisa saja berbalik dan kamu yang akan diam terpekur mendengar saya bicara tentang semua masalah saya.

Saya tidak akan bosan memeluk kamu…

Karena saya tahu kamu sangat membutuhkannya. Karena saya tahu kamu sedang butuh untuk ditenangkan. Dan setidaknya saya akan memberikan sedikit ketenangan itu dengan pelukan saya. Saya tidak akan bosan memeluk kamu yang sedang tidak baik-baik saja. Karena saya tahu hanya itu yang bisa saya berikan. Dan karena saya tahu saya tidak akan lagi berkata “semua akan baik-baik saja”

Kita berdua tahu bagaimana masa depan, yang sama sekali tak bisa diprediksi. Bukankah begitu? Saya tak pernah tahu bagaimana saya besok. Dan kamu juga tak pernah tahu bagaimana kamu besok. Itulah sebab saya tak berani memastikan kamu akan baik-baik saja. Tapi setidaknya saya bisa membuatmu merasa baik-baik saja dengan pelukan saya. Saya berharap seperti itu adanya…

Saya tidak bosan untuk memintamu datang dan berbicara pada saya…

Walau hanya itu-itu saja masalah yang sedang kamu hadapi. Tapi saya masih ingin mendengarnya. Ceritakan saja pada saya tanpa jeda. Ceritakan dan saya akan mendengarkan tanpa jeda. Berbicara hanya ketika saya perlu berbicara. Tidak menghakimi – hanya mendengar dan bicara seperlunya.

Datanglah ketika saya meminta kamu untuk datang. Jangan hanya ingin berkirim pesan, karena dengan begitu saya tidak bisa melihat kamu. Karena dengan begitu saya tidak bisa memeluk kamu. Jadi saya ingin kamu datang. Datanglah dan kita akan berdua saja. Saya janji.

XOXO,

Toekang Roempi

2 thoughts on “Just A Sentences…

  1. Aku gak tau ini buat siapa. Tapi yang pasti thanks God aku punya temen seperti kamu yang gak bosen menjadi seorang pendengar dengan cerita yang( kadang ) membosankan

  2. Karena dgn mendengar kita jg belajar. Pendengar yg baik, biasany mampu bicara dgn baik pula. Itulah maknanya 4w1 memberi kta 2 telinga dan hya satu mulut, supaya kta lbh byk mendengar drpd bicara..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s