Toekang Roempi Merumitkan Hal Sepele

Ada satu hal yang mungkin menarik, yang jadi “obrolan” saya dengan salah seorang pendengar, ketika malam ini saya sibuk ngerumpi. Ketika dia menanyakan apakah saya bisa memberikan padanya nomer handphone saya, lantas saya hanya membalasnya dengan emoticon🙂 yang saya tahu dia tahu saya menjawab apa.

Lalu saya jelaskan bahwa sekarang ini saya memang membatasi diri untuk tidak segampang dulu memberikan nomer handphone saya ke sembarang orang. Apalagi pendengar. Entahlah, saya merasa bahwa saya seperti kacang yang lupa kulitnya (saya tidak tahu darimana asal kiasan ini – saya rasa dimanapun juga yang namanya kacang juga dimakan tanpa kulitnya kan?), karena dulu saja saya begitu gampang memberikan nomer saya pada orang-orang. Tapi sekarang, agak pelit.

Hehehehe, nggak tahu ya..rasanya kurang nyaman aja ternyata kalau terlalu dekat dengan pendengar. Ternyata banyak hal yang akhirnya membuat saya jadi merasa tidak enak.

Saya bukan tipe orang yang bisa memenuhi kebutuhan pendengar. Kadang2, saya merasa terintimidasi. Merasa wajib untuk ikut terlibat dalam hidup mereka. Curhat maunya ditanggapin, belum lagi kalau ketemu sama yang pake acara suka dan jatuh cinta segala..duh.

Sepertinya saya nggak bakat jadi selebritis ya?

Orang bilang, toekang roempi itu sudah seperti public figur kecil-kecilan. Tapi kok ya saya tetep nggak bisa menganggap diri saya seleb ya? even dalam lingkup kecil. Saya masih menafikkan fakta bahwa saya ini sudah – mau tak mau – menjadi milik sebagian orang lain. Karena pekerjaan saya yang menhubungkan diri dengan mereka.

Ah, saya yang tak bisa bersosialisasi dengan baik. Padahal kalo bisa dimanfaatkan dengan baik, mungkin saya bisa memperluas jejaring saya ya? Ini mungkin masalahnya, saya terlalu nyaman dengan diri saya sendiri, jadi tidak terlalu suka jika ada pihak luar datang.

Huahahaha..

Ah, saya ini ngomong apa ya?

Ya, intinya gitu, ternyata susah juga jadi seseorang yang diperhatikan oleh orang lain. Dan terus terang saya kurang nyaman dengan semua hal yang berhubungan dengan perhatian yang berlebihan.

Any suggest?

XOXO,

Toekang Roempi

3 thoughts on “Toekang Roempi Merumitkan Hal Sepele

  1. hem,… i know mas nuno….
    kadang ada orang yang selalu haus akan perhatian…
    tapi yang satu ini malah tidak merasa nyaman jika ada banyak orang yang memperhatikannya…
    Yang penting, jangan pernah anggap orang yang memperhatikanmu sebagai suatu beban, tapi anggaplah dia sebagai sahabat atau setidaknya orang yang punya niat baik n sayang ma kamu…
    TETEP SEMANGAT YA!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s