Reality Show Yang Ngga Real

Pagi ini saya pasang taruhan untuk membuat teman saya menonton sebuah acara di TPI, judulnya Curhat Bersama Anjas…mungkin kalo nggak salah begitu judulnya. Saya minta dia untuk menonton acara itu dari awal hingga akhir. Sebuah taruhan yang mungkin agak susah susah gampang. Makan di warung steak dan pizza hut. Berat buat saya dan (mungkin) berat buat dia juga.

Gimana nggak berat kalau saya tahu dia bukan tipe orang yang suka dengan tayangan-tayangan seperti itu. Tapi nggak tahu juga ya? mungkin dia memang akan bertahan sampai akhir menonton Curhat. Bukan karena taruhannya sih, tapi mungkin karena tertarik untuk menganalisa.

Tayangan-tayangan reality show seperti ini sedang menjadi tren di tivi indonesia. Nggak semua, tapi hanya beberapa ding, soalnya saya belum melihat tayangan2 seperti ini di metro tv dan tv one.

Yang pasti semua berawal dari termehek-mehek. Lalu banyak tayangan-tayangan lain yang katanya reality show tapi belakangan ketahuan kalo bukan reality show murni.

Setahu saya, saya nggak pernah nonton Termehek-mehek secara sengaja seperti tante saya, yang emang selalu nungguin reality show itu. Buat saya acara itu nggak masuk akal. Eh, sekarang ditambah lagi dengan menjamurnya drama-drama serupa.

Nggak tahu ya kenapa sih nggak ada tindakan dari lembaga yang katanya mengawasi tayangan-tayangan di televisi? Katanya dihentikan, tapi nyatanya nongol lagi dan nongol lagi?

Yakh…nggak punya taji. Berasa jadi macan ompong.

Tapi memang, barang dagangan laris karena memang banyak yang suka. Habisnya masyarakat kita seneng disuguhi drama model begituan sih? Coba aja lihat sinteron lokal yang luar biasa nggak masuk akal. Nganeh-anehi dan nggak mendidik. Ditambah lagi dengan reality show yang not so real. Sepertinya tayangan tivi kita memang nyoba buat bikin bodo masyarakat.

Coba aja simak komentar tentang “ganti aja si tivinya…kok nontonnya berita?”

See? sementara mereka bisa betah berlama-lama nonton drama wanita yang dihamili oleh gendruwo dan kandungannya bisa pindah ke belakang.

Sepertinya memang tayangan televisi kita semakin lama semakin menyedihkan.

Saya tahu itu adalah sebuah proses kreatif, hanya saja…memang sebuah proses kreatif yang nggak punya goal apa-apa untuk lebih mencerdaskan masyarakat. yang ada hanya motivasi ekonomis untuk mengeruk untung sebanyak-banyaknya.

Tapi ya gimana lagi? wong masyarakatnya yang suka sih? yang laku kan emang yang begituan?

Tapi sih semoga saja akan berubah disuatu masa kelak.

Ya hiburan ya hiburan…tapi mbok ya yang alus…

XOXO,

Toekang Roempi

2 thoughts on “Reality Show Yang Ngga Real

  1. sukurlah ada yang “sadar” di indonesia seperti saya. saya pun juga berpendapat demikian. menyedihkan sekali. seakan kita tuh dibikin bodo secara pelan-pelan. si helmi yahya dk dapet duit cuman bikin acara sampah kayak gitu. kalow gitu mending saya aja yang jadi produsernya. yo ah mas kita bikin proposal untuk dimasukan di tv, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s