Pesona Persona

Saya tiba-tiba jadi mikir buat posting hal yang satu ini, secara sudah lama kepikiran tapi belum sempet buat nulis. Awalnya sih karena rasa penasaran yang timbul tiap kali jalan-jalan sama beberapa orang.

Sama si A, kalo lagi di mall, eh, dia yang dilihatin orang. Sama si B juga dia yang dilliatin. sama si C juga dia yang dipelototin ama orang, dari kepala sampe kaki. Menurut saya sih bukan karena penampilan dia yang aneh, tapi karena emang mereka terpesona dengan teman-teman saya tadi.

Lalu, saya kok nggak dilihatin ya?

Lalu timbul pertanyaan dalam diri saya, apakah saya ini kurang menarik secara fisik? apakah wajah saya kurang enak buat dilihat? apakah baju saya kurang sedap dipandang mata?

dan jawabannya : mungkin iya.

Dan kemudian pertanyaan itu muncul , apakah saya ini memang tidak punya pesona?

dan jawabannya : mungkin iya.

..

Kalau saya bertanya pada ahli, bisa jadi mereka akan bilang begini “sebenarnya kamu punya pesona kok, hanya saja mungkin kamu kurang percaya diri. Pesona dari diri seseorang itu memang berbeda-beda bentuknya. Ada orang yang nggak cantik atau ganteng di muka tapi punya kemampuan untuk membuat orang lain senang ketika berada didekatnya. ada orang yang mungkin kulitnya hitam tapi terlihat begitu eksotik dimata orang lain, karena orang tersebut tahu bagaimana memanfaatkan kekurangannya menjadi sebuah kelebihan yang bisa memesona orang lain. Itu namanya kemampuan untuk mengendalikan rasa percaya diri dalam seseorang..”

Percaya diri ya?

Hmmm…mungkin benar ada hubungannya antara pesona seseorang dengan rasa percaya diri mereka. Bisa jadi padu padan baju yang dipakai sebenarnya aneh, tapi justru malah menarik perhatian orang banyak. Apalagi kalau bukan karena pede? Bisa jadi muka emang “ancur” tapi kalo berjalan di keramaian dengan penuh percaya diri, miss indonesia aja kalah…

Saya sudah belajar lama tentang bagaimana menjadi sosok yang lebih bisa percaya diri. Tapi saya akui memang susah sekali, apalagi kalau urusannya untuk menarik perhatian orang lain. Inside out, saya akui saya memang bukan orang yang menarik, tapi saya mencoba untuk merasa bahwa diri saya ini menarik. Tapi lagi-lagi, deep inside of my unconscious mind, saya bilang sama diri saya sendiri “ah, saya biasa-biasa aja…’

Mungkin itulah yang menghalangi pesona dalam diri saya untuk muncul ke permukaan kali ya? ditambah lagi saya ini bukan tipe orang yang menyenangkan. Kepribadian saya memang tidak semenarik teman-teman saya yang lain. Saya tidak lucu. Pinter enggak tapi bodo juga enggak. Kadang agak sedikit arogan dan menyebalkan, dan tentu saja ini bukan tipe kepribadian yang orang pengin lihat. Apalagi melihat lebih dekat.

Saya hanya penasaran, bukan iri, kalau memang teman-teman saya yang selalu dilihatin sama orang lain. Toh saya juga bukan tipe orang yang senang jadi pusat perhatian, walau kadang-kadang juga bisa sedikit menikmatinya. Saya penasaran kenapa ya dari dulu saya nggak bisa jadi seperti mereka? Bukan menjadi sosok seperti mereka, tapi menjadi diri saya sendiri dengan versi yang lebih menyenangkan, untuk dilihat maupun didengar.

Apa mungkin karena saya ini orangnya emang nggak pedean? Bisa jadi seperti itu.

Penting sekali untuk memiliki sebuah kepercayaan diri terutama dalam melakukan banyak hal. Kepercayaan diri dan kenyamanan, adalah kombinasi yang cukup bisa membuat suatu proses bisa berhasil baik. Dan saya akui saya tidak punya cukup modal untuk bisa menjadi seorang yang punya kepercayaan diri yang baik. Dan ketika saya tidak percaya diri, saya menjadi tidak nyaman dalam melakukan sesuatu. Kalau sudah begini bagaimana saya bisa menunjukkan pesona saya?

Sekali lagi ini tentang bagaimana kita mengasah kekuatan pikiran kita. Berpikir positif bahwa kita ini adalah pribadi yang unik dan menarik cukup bisa membuat kita jadi percaya diri. Tapi mungkin sebelumnya kita perlu mengenal diri kita sendiri, kali ya? Menemukan apa yang menjadi keunikan kita, apa yang menjadi kelebihan kita dibandingkan orang lain (karena konon kabarnya tiap individu itu unik) , adalah langkah awal untuk bisa berpikir positif bahwa keunikan itu, hanya kita yang punya dan kita menjadi percaya diri karenanya.

Wah, sepertinya teori yang cukup praktis ya? tapi asli, susahnya minta ampun. Ya sudah, saya mau mencari dulu apa keunikan saya…terus kemudian saya akan belajar menjadi lebih percaya diri. Siapa tahu nanti giliran saya yang diperhatiin sama orang lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s