Tanah Tabu by Anindhita S Thayf

“Tanah Tabu”

ada satu buku yang menarik/ dengan sebuah cerita menarik yang isi ceritanya mampu membuat aku tertawa/ tapi kemudian marah/ jengkel/ dan kemudian sedih karena terharu// Buku kecil yang punya isi besar menurutku// Sebuah buku yang jadi koleksiku dan sudah selesai aku baca// Ini adalah buku yang sempat juga aku kasih tahu bakal di review di sini// Dan buku ini sengaja aku review sekarang karena lebih dulu selesai ketimbang buku dari Salman Rushdie – Midnight’s Childrean/ yang bulan lalu aku janjiin buat dibahas// mohon maaf/ belum kelar baca/ buku sastra terjemahan kadang-kadang emang susah buat dipahami// hahahaha// Makanya aku sempetin baca buku kecil yang satu ini dan rampung dalam beberapa hari saja// Dan alhamdulillah bisa aku bahas// Buku yang menarik/ yang membahas tentang sebuah wilayah/ yang kaya/ tapi penduduk disekitarnya banyak yang kemudian menderita karena kekayaan tanahnya itu// Dan daerah tersebut menjadi judul buku ini/ dan tanah tersebut di namai Tanah Tabu//

Pertama kali tahu novel ini adalah dari review singkat di salah satu majalah nasional// Saat itu jadi tertarik untuk membeli// Dan kemudian mumpung ada diskon di salah satu toko buku di semarang/ aku langsung mencari buku itu dan alhmadulillah ketemu// Buku kecil yang mungkin isinya juga nggak bisa dibilang ringan/ walaupun penyajiannya juga nggak berat-berat amat// Nah/ bingung kan kamu?// Ya maksudnya sih/ buku ini punya tema yang lumayan jadi isyu selama bertahun-tahun ini/ tapi kemudian disajikan dengan gaya cerita yang ringan/ yang mudah dimengerti/ dengan gaya bahasa yang gampang/ tanpa mengurangi bobot dari cerita yang disajikan// Tanah Tabu/ itu judulnya// Bercerita tentang kisah hidup dari sebuah keluarga yang terdiri dari 3 wanita beda generasi// ada Mabel/ Mace dan juga Leksi// Seorang Mertua Wanita/ Mantu Wanitanya dan Cucu Wanitanya/ berjuang ditanah gersang tapi kaya// Mabel yang punya banyak pengalaman menjadi guru dari kedua anak mertua dan cucunya// Berbekal dengan masa muda yang pernah ikut sebuah keluarga dari Belanda/ yang memberikannya banyak hal dan mengajarkan tentang nilai penting dari pendidikan/ Mabel berusaha mendidik cucunya Leksi agar menjadi wanita yang bisa melakukan lebih dibandingkan dengan kebanyakan wanita di tanah tabu// BAnyak wanita di tanah tabu/ yang tumbuh dan dipersiapkan hanya untuk menikah dan hidup berkeluarga// sementara Mabel ingin leksi menjadi wanita yang kuat/ dengan bekal pendidikan yang baik sedari kecil/ apapun pengorbanannya// sementara Mace/ adalah mantu wanita yang sangat disayang Mabel// Meski hanya anak menantu tapi Mabel mencurahkan kasih sayangnya melebihi pada anaknya sendiri// Mace adalah salah satu cermin dari wanita di tanah tabu yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya sendiri// suaminya/ yang notabene adalah anak dari Mabel/ menghilang entah kemana dan sejak saat itu/ kehidupan Mace sangat bergantung pada ibu mertuanya// Hubungan yang erat antara mertua dan menantu ini memang dikaitkan pada satu kesamaan// Bahwa pada masa mudanya/ Mabel juga pernah mengalami sebuah kejadian yang tidak menyenangkan dalam kehidupan rumah tangga mereka// Detailnya bisa kamu baca di buku ini  tapi yang pasti karena kesamaan nasib dan latar belakang inilah hubungan keduanya bisa sangat akrab//

Masa muda Mabel/ dihabiskan dengan mengkuti sebuah keluarga dari belanda// Tuan Piet dan istrinya/ terpesona Mabel kecil ketika suatu saat keluarga itu mendapatkan tugas untuk menggarap proyek di salah satu daerah di papua// Diangkatlah Mabel menjadi salah satu anggota keluarga mereka sampai kemudian anak mereka sendiri lahir// Hingga remaja/ Mabel mendapatkan banyak hal/ diantaranya adalah ilmu dari buku-buku koleksi Tuan Piet yang dibacanya dengan bebas// Itulah yang kemudian mendorong Mabel untuk menyampaikan keinginannya pada Tuan Piet agar diijinkan bersekolah// Tapi Tuan piet tidak mengijinkannya// menurut dia dan istrinya/ Mabel sudah cukup pintar// Pentingnya pendidikan formal inilah yang kemudian diturunkan pada cucunya Leksi// leksi sendiri adalah anak yang cerdas dan kritis// Mabel percaya bahwa hal inilah yang akan membuat kehidupan leksi jadi jauh lebih baik kelak/ ketika dia sudah dewasa// Keluarga ini mempunyai tetangga// Mama Helda namanya// Setali tiga uang dengan Mace/ Mama Helda ini adalah seorang istri yang menjadi korban kekerasan rumah tangga dari seorang suami yang tidak bertanggung jawab// Mabel dan Mace sering melihat bagaimana wajah Mama Helda setelah dipukuli oleh suaminya// hanya saja memang mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena masih menganggap bahwa hal tersebut adalah masalah dalam rumah tangga orang lain dan tidak berhak untuk dicampuri//

Tidak hanya Mabel/ Mace dan Leksi/ tapi rumah Mabel juga dihuni oleh 2 makhluk lainnya/ yaitu Kwee dan Pum// Mereka adalah sahabat-sahabat anggota keluarga  yang lain// Seekor babi dan anjing/ yang sudah ikut keluarga itu sejak Mabel masih muda// Pum dan Kwee punya juga banyak kisah yang dibagikan melalui sudut pandang mereka// Banyak hal yang sudah mereka alami/ yang kemudian dikisahkan dengan bahasa mereka sendiri// Tentang bagaimana kehidupan ketika Mabel masih muda/ tentang bagaimana kisah hidup Mace ketika harus mengalami kegagalan dalam berumah tangga/ dan saat-saat mereka bersama dengan Leksi// Keluarga Mabel sangat menyayangi piaraan mereka tersebut// Begitu juga dengan keduanya/ yang bisa menjadi sahabat terbaik bagi Mabel/ Mace dan Leksi// Kisah dari sudut pandang mereka menjadi cukup menarik untuk disimak// Dan kedua tokoh inipun memang cukup banyak mendapatkan bagian dalam buku ini//

Saat membaca buku ini/ terutama dibagian-bagian awal/ ada terasa cukup banyak nuansa keharmonisan sebuah keluarga// Penuh dengan humor yang bisa membuatku tertawa// Tapi kemudian semakin ke tengah/ ternyata kisah Tanah Tabu semakin serius// membahas tentang bagaimana keadaan banyak wanita di tanah tabu/ yang masih tunduk dengan adat karena memang pendidikan yang belum memadai/ yang mana kemudian justru malah banyak merugikan pihak wanita/ kemudian tentang bagaimana sebuah peradaban modern yang masuk ke dalam wilayah yang masih murni/ dimana moderenisasi ini terasa seperti pisau bermata dua// Disisi lain membawa perubahan yang cukup baik dari berbagai segi/ tapi ekses yang kemudian terasa adalah efek negative dari hal tersebut// Situasi sosial juga menjadi tema dari novel Tanah Tabu ini// Salah satunya adalah tentang anggapan orang bahwa banyak uang pasti akan merubah hidup ke dalam taraf yang lebih baik// Tapi yang terlihat kemudian adalah uang ternyata tidak membuat hidup beberapa orang menjadi lebih baik/ tapi malah lebih buruk dari sebelumnya// Untuk detilnya kamu bisa baca dalam buku ini// Selain itu/ kondisi politik juga diurai didalam novel ini// simak bagian dimana Tanah Tabu kemudian gegap gempita menyambut pemilihan kepala daerah/ dalam hal ini Bupati// Kampanye calon-calon pejabat itu digambarkan begitu rupa/ persis seperti apa yang sering kita lihat dibelahan daerah manapun di negeri ini// Tentang bagaimana kampanye-kampanye muluk para calon pejabat/ yang memanfaatkan keadaan masyarakat yang membutuhkan perubahan ekonomi dan sosial demi alat politik mereka saja// Dan setelah mereka jadi pejabat/ mereka lupa akan janjinya memajukan rakyat dan menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan lainnya// Hmmm…sepertinya memang sangat akrab dengan situasi seperti sekarang ini ya? Hehehehe//

Tanah tabu adalah novel berukuran kecil yang mengangkat isu yang besar// itu menurutku// Penulisnya Anindita S Thayf mengangkat permasalahan yang menjadi satu isu besar di Negara ini menjadi satu tema yang menarik/ dengan mengambil sudut pandang dari sebuah keluarga kecil// Karakter-karakter yang diciptakan/ menjadi karakter-karakter yang cukup kuat dan menarik// mabel yang dimasa mudanya mengalami banyak hal/ terbentuk menjadi karakter yang kuat dan mencoba menanamkan nilainya pada satu-satunya cucu perempuannya Leksi// Mabel berpendapat bahwa air mata hanya untuk orang yang lemah// Dan hidup di tanah tabu adalah sebuah perjuangan/ yang tidak membutuhkan air mata untuk bisa bertahan hidup// Dan pada kenyataannya/ hidup ditanah tabu memang tidak gampang// Untuk menjadi pribadi yang tetap jujur dan memegang teguh nilai-nilai tertentu memang sangat susah// Karena lagi-lagi/ uang berbicara di saat yang tepat/ dimana ketika masyarakat sedang susah/ uang menjadi satu-satunya alat untuk mengendalikan semuanya// Sementara ada Mace yang lemah/ pengalaman masa mudanya mendatangkan sebuah trauma tersendiri bagi dirinya/ merubahnya menjadi pribadi yang sangat tertutup// Dan masih banyak lagi karakter lainnya/ ada Papa Gerson/ salah seorang lelaki yang cukup punya pengaruh didaerah itu/ yang tidak disukai oleh Mabel karena menurutnya/ Papa Gerson adalah seorang penjilat sejati/ yang rela melakukan apa saja demi kepentingan pribadinya//

Membaca Tanah Tabu/ buat aku pribadi adalah sebuah pengalaman membaca yang lengkap// Buku ini bisa menghadirkan beragam suasana// Dari yang pertama senang dan gembira/ hingga perasaan emosi/ marah/ sampai kemudian sedih dan terharu// Mungkin memang terdengar berlebihan// Tapi Anindita mampu mengolah cerita dalam novel ini menjadi alur  yang memang seperti roller coaster// Kisah yang terjaga ritmenya dan cukup memuaskan// Buku ini juga membuka mata bahwa memang kerap kali/kemiskinan adalah pangkal dari beragam masalah// Dan materi/ atau boleh kita sebut uang/ dianggap sebagai salah satu jalan keluar dari kesusahan// tapi pada faktanya banyak yang kemudian merasakan sebaliknya// ketika sebuah keluarga yang tidak berpunya/ kemudian merasakan enaknya mendapatkan uang dengan cara yang mudah/ situasi justru berubah menjadi tidak lebih baik// Uang yang seharusnya dipakai untuk menunjang hidup keluarga/ malah dihabiskan untuk berfoya-foya// Inilah salah satu bagian dari isu yang diangkat oleh di penulis/ bahwa tidak selamanya uang bisa menjadi jalan keluar yang baik//

Buku Tanah Tabu ini diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama// Diterbitkan pertama kali pada Mei 2009// Buku yang kubeli adalah buku cetakan yang pertama// Tanah Tabu adalah sebuah novel yang memenangkan penghargaan sebagai novel terbaik pada sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2008 lalu// beberapa hal yang disampaikan oleh Juri sehubungan dengan kenapa novel ini bisa menjadi juara 1 adalah bagaimana penulisnya mampu menggambarkan karakter-karakter yang hebat dari perempuan-perempuan yang tinggal di tanah tabu/ dengan segala macam permasalahan sosial mereka// Buku ini juga menampilkan isu yang sangat urgen dari situasi yang terjadi di Tanah Tabu// demikian ketiga Juri Sayembara Novel DKJ 2008 berpendapat// ada Kris Budiman/ seorang kritikus sastra// kemudian Linda Christanty/ seorang penulis dan jurnalis/ serta seno Gumira Ajidarma/ seorang cerpenis/ novelis dan wartawan// Sementara penulisnya sendiri/ anindita S Thayf adalah wanita kelahiran makasar 5 april 1978 lalu// saat ini tinggal di lereng merapi yang sepi/ dikelilingi oleh perkembunan salak pondoh bersama dengan suaminya/ Ragil N// Kabarnya si begitu/ soalnya di halaman akhir biografi singkatnya ditulis seperti itu// Yang pasti/ buku ini adalah novel pertamanya yang langsung menjadi juara 1// Hebat bukan? Kalau kamu tertarik untuk membaca bukunya kamu boleh mencari tanah Tabu karangan Anindita s Thayf terbitan Gramedia Pustaka Utama// Kalau nggak salah harganya ngga lebih dari 50 ribu deh kayaknya// Coba kamu boleh cari di beberapa toko buku ternama di daerah kamu//

2 thoughts on “Tanah Tabu by Anindhita S Thayf

    • WOOOOOWWWW……saya dapat ucapan terima kasih dari penulisnya langsung!!!!!!!

      – what a bless! —

      thanks juga mbak anin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s