Netbook Saya Nggak Masuk Hitungan

Entah kenapa, dari dulu pilihan saya terhadap sebuah produk kadang suka nyleneh. Bukan nyleneh yang aneh-aneh, tapi mungkin didasarkan pada kapasitas kantong juga kali ya? Makanya, akhirnya dapet yang aneh-aneh…

Contoh, handphone. Dari dulu saya nggaaaaak pernah punya Nokia. Mau secanggih apapun, saya sama sekali ngaaaaak tertarik sama produk pabrikan taiwan asal Finland itu. Saya lebih suka Sony ericsson, kalo nggak siemens – dulu sudah merger sama BenQ. Biar kata orang bilang gampang rusak dan harga jual kembali rendah, toh saya nggak pernah berubah pikiran untuk kemudian jatuh cinta dengan yang namanya Nokia. Sekarang saya malah pake produk hape dari LG.

Dan sekarang, netbook saya, Axioo Pico. Merk yang mungkin temen-temen saya juga nggak bakal make. Jangankan beli, kepikiran merk ini aja mungkin enggak. Bukan apa-apa, karena produk Acer atau Asus, atau Dell, atau yang lain lebih mumpuni dibandingkan merk netbook saya. Saya aja sebenernya baru tahu pas lagi browsing? hehehe

Pas dulu saya lagi nyari, pilihan saya jatuh pada Axioo Pico. Dengan pertimbangan, harga sama, tapi spesifikasinya lebih baik dibandingan 2 produk yang setipe. Baik milik Asus atau Acer. itu dulu….waktu Acer dan Asus belum ngeluarin banyak varian lain yang lebih canggih dengan harga yang lebih murah dibandingin netbook saya.

kemarin, iseng-iseng saya nyari soal 10 netbook terbaik 2010. Dari sekian banyak situs yang saya kunjungi dan dengan versinya masing-masing, tidak ada satupun yang menyebut bahwa Axioo Pico adalah salah satu netbook dengan performa terbaik. Bahkan tidak ada merk Axioo di jajaran 10 besar yang versinya berbeda-beda itu. Ada yang versi majalah X, ada yang versi majalah Y ada juga yang versi dari si penulis blog itu sendiri. Dan semuanya tidak menyebut Axioo Pico atau merk Axioo lainnya.

Sedih😦

apa emang sejelek itu ya?

Tapi dari pengalaman yang sudah-sudah, alhamdulillah, netbook ini masih setia saya pakai. Pernah sekali mati karena motherboardnya kena, itupun karena kesalahan pribadi, karena elektrostatis pas saya ngisi batrenya nggak hati-hati. Dan itupun, langsung diganti sama Axioo Service Centrenya hanya dalam waktu 1 jam saja, tanpa bayar sepeserpun karena alhamdulillahnya masih garansi.

Saya kasih nama netbook ini SAPI, karena warnanya yang putih. Sudah tidak seputih dulu, akibat debu dan minyak dan kotoran-kotoran lain, putihnya sudah mangkak. sama seperti sepatu converse saya plus kaos kakinya yang sudah ampun-ampunan buluk dan busuknya. Tapi SAPI saya sih nggak sebusuk dan sebuluk itu. Kadang-kadang, barang ini masih saya bersihin, biar tampilannya selalu bersih.

Kalo katanya netbook itu enak buat dibawa kemana-mana, sama seperti niatan saya dulu, waktu masih seneng-senengnya ngeblog dan nulis cerpen seadanya. Penginnya sih kemana-mana bawa laptop. Makan diwarteg, nyalain laptop. Makan di KFC (baca : ditraktir), buka laptop, biar keren. Ngafe (juga ditraktir), buka lagi, sok ngetik-ngetik seadanya. Tapi ternyata, babar blas nggak pernah kesampaian. kalo sudah makan, nggak ada waktu buat ngurusin yang namanya ketik-ketik tuts lappy buat ngetik. Lagian, jarang  juga nongkrong di luar. Paling juga di kantor, ngenet sambil ngerjasin sedikit kerjaan kantor. jadinya ya…fungsinya hampir seperti Notebook atau malah PC. ngendon aja dikantor.

Lagian, takut juga kalo ntar sering dibawa kesana kemari, takut keujanan lah, takut keguncang-guncang lah, males pundak pegel lah, dan macem-macem. Akhirnya, sering disimpen di laci kantor yang sudah diamankan.

Yang pasti, walaupun mungkin nggak masuk 10 besar versi manapun, saya nggak kecil hati. Tiap barang itu kan tergantung dari penggunanya. Kalo nggak serampangan, diharapkan juga bakalan awet. apalagi, kalo percaya bahwa benda mati juga punya “perasaan” yang cara menghandlenya juga kudu pake perasaan.

Walopun kadang tergoda untuk beli lagi (cross finger dan berharap dapat banyak duit), tapi tampaknya, belum bisa. Masih harus pake yang ini dulu. Dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin dan dirawat dengan semaksimal mungkin, biar performanya tetap stabil. Nggak usah nyimpen file-file yang nggak perlu, sering di disk cleanup, sesekali di defrag, dan dibersihin, insya Alloh awet.

betul begitu, SAPI? jangan kecil hati anakkku, nggak perlu masuk 10 besar, underdog dulu aja…siapa tahu nanti ada yang mengakui kehandalanmu.

XIXIXI….

XOXO,

Toekang Roempi

One thought on “Netbook Saya Nggak Masuk Hitungan

  1. aku juga pake axioo lho yang neon tapi. hehehe
    waktu itu kan nginstall” terus dvd-rom nya ngga bisa jalan akhirnya diganti sama yang baru-sama” axioo juga-dan oh ternyata pas proses install cepet banget. wah ternyata jika kita mengalami musibah kehilangan sesuatu pasti digati yang lebih baik, meski konteks cerita saya bukan kehilangan axioo sih.

    terima kasih juga karena setelah membaca ini aku jadi makin sayang sama axioo ku hehe. keep blogging!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s