Kalo Tiba-Tiba Ngerasa Kangen

Udah dua hari ini saya pengennya tidur cepet terus…selain karena nggak punya duit,🙂 saya juga males keluar malam-malam, atau nonton TV. Situasinya lagi nggak memungkinkan. Ujan terus, dan paling enak emang dibawa tidur. Dan beneran, semalam itu udah berangkat tidur jam 8 malam.

Dan kerasa lamaaaaaa bener…saya ingat jam 10 malam lebih saya bangun…dan perasaan saya udah tidur cukup lama, eh, ternyata baru 2 jam. Walah-walah…

Semalam itu, nggak tahu kenapa tiba-tiba saya kangen dengan tempat kos saya yang dulu dengan segala macam suasananya. terutama suasana sehabis maghrib dan isya…Memang, dimusim hujan seperti ini, bawaannya parno karena pohon mangga didepan kamar suka bikin genteng pecah dan bikin bocor kamar. Tapi nggak tahu, semalam saya sampai terharu dengan perasaan kangen itu – sampai nangis malah.

mungkin, bukan tempat kosnya yang saya kangenin. Tapi, masa dimana saya dulu hidup. Dalam 2 tahun ini ada banyak yang berubah dari hidup saya, dan kebanyakan mungkin bukan hal baik. Saya tidak bisa bilang, ketika saya tinggal dikosan lama, hidup saya lebih baik, tidak. Sudah buruk ketika saya masih disana, tapi kita bicara soal perubahannya. Semakin kesini saya tidak bisa menjadi orang dengan pribadi yang lebih baik, malah sebaliknya. Dan entah kenapa, saya kangen dimasa-masa saya sendiri waktu itu…belum punya pacar, hanya teman-teman dan kucing-kucing lucu saya.

Saya merindukannya…

Saya kangen kemana-mana sendiri tanpa harus bingung mikirin perasaan orang lain, saya kangen kelaparan sendiri dimalam hari dan tertidur sampai pagi, saya kangen bersih-bersih kamar sendiri tanpa ada yang bantuin, saya kangen diri saya yang independen. Saya kangen dengan semua itu…

*baru baca blognya cozycoffeecorner*

Emang bener, kadang hidup itu seperti kereta, yang melaju cepat menuju tempat tujuannya. Dan tidak selamanya hal itu menyenangkan, karena saya tidak suka laju yang terlalu cepat. Apalagi kalau kemudian saya merasa tidak nyaman.

Kalau saya bisa memutar waktu, saya ingin kembali ke masa dimana saya masih bisa memperbaiki semuanya yang menjadikan saya rusak dan hancur seperti sekarang. Tapi saya sadar saya tidak bisa. Saya mungkin bisa saya lakukan adalah memperbaiki kerusakan itu saat ini juga, entah bagaimana caranya.

Yang pasti saya kangen beberapa masa ke belakang, dan apa-apa yang biasa saya lakukan…sendiri, tanpa orang lain.

XOXO,

Toekang Roempi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s