Masterchef Oh Masterchef…

Akhir-akhir ini, saya, dan beberapa teman dikantor lagi seneng nonton Masterchef. Mulai dari yang Masterchef USA sampai Australian Junior Masterchef. Kaget juga, ternyata acara ini udah tayang lama di Inggris sana sejak tahun 90-an. Info lengkap tentang daftar acara MasterChef, silakan klik disini.

Dasar saya doyan makan (cuma akhir-akhir ini lagi diet, demi nurunin berat badan dan kolesterol, xixixixi), saya suka nonton acara masak-masak yang beginian. Dari jaman dulu waktu di RCTI tayang acara berjudul Yan Can Cook (baca detailnya disini), sampai Rudy Choirudin punya, saya selalu terkesima dengan bagaimana orang-orang itu menyajikan masakan dengan cara (yang terlihat) mudah dan menyenangkan.

Mungkin karena sudah keturunan dari garis Ibu, dimana nenek beliau, yang artinya adalah buyut saya, suka sekali masak. Konon kabarnya, beliau ini dulu seorang pedagang makanan. Dan “bakat” ini turun ke nenek saya, dan ke ibu saya. Dan (mungkin) sekarang nurun ke saya. Dari sekian banyak cucunya, cuma saya yang paling betah kalo suruh “nongkrong” di dapur.

Jaman dulu mungkin saya masih malu-malu. Tapi semakin kesini, dengan semakin banyaknya “tukang masak” yang berjenis kelamin lelaki, saya mah makin cuek aja. Nggak takut dibilang “banci” karena suka masak. Karena sebutan-sebutan seperti itu pastinya udah nggak mempan. Sama halnya dengan sebutan banci bagi pria yang nggak merokok..

Banyak banci juga ga bisa masak, banyak banci juga yang merokok. So, jangan ganggu banci…Huahahahaha.

Oke, kembali ke soal masak-memasak, kita tinggalkan saja “bebancian thing” ini. Kita kembali ke masa dimana saya senang sekali melihat pria-pria atau wanita itu beraksi dimeja dapurnya. Saya nggak pernah punya keinginan buat pintar seperti mereka, tapi semakin kesini, kok saya makin tertarik, dan jatuh cinta dengan kegiatan memasak ya?

Kalo ada salah satu peserta Junior MasterChef bilang “memasak buat saya adalah sebuah kegiatan yang Fun”, begitu juga dengan saya. This is Fun! sekaligus penuh tantangan… bagaimana menciptakan, atau mengolah resep yang sudah ada, dan memodifikasinya karena tuntutan keadaan, adalah sebuah tantangan tersendiri.

Memodifikasi disini misalnya, kalo diresep butuh keju mozarella, padahal harganya mahal minta ampun, bisa dimodif pake keju cepat leleh..kalo misalnya nggak ada daging sapi cincang karena harganya mungkin juga lebih mahal, boleh lah pake kornet…plus banyak hal lainnya, ini kan tantangan, betul tidak? *A’a gym style*

Yang pasti, saat ini saya sangat ingin sekolah atau kursus memasak. Saya sempat ikut cooking class beberapa waktu lalu di Gourmet House semarang. Acara ini diadain bareng Harian Kompas dan banyak sponsor lainnya. Temen-temen saya mendorong saya untuk ikut karena kalo enggak saya pasti nyesel. Dan ternyata bener, saya pasti nyesel kalo nggak ikutan, karena acaranya sangat menyenangkan! Saya bisa belajar membuat 4 masakan. Satu dipraktekin langsung, yang 3 lainnya hanya bisa menyimak. Tapi overall, semuanya bisa dipelajari, 3 berkategori mudah, 1 yang susah, tiramissu. Itu makanan ribetnya minta ampun, udah gitu bahannya juga banyak yang berharga mahal! Hahahaha.

Sejauh ini, saya sudah banyak mencari resep makanan yang mudah dipraktekin. Saya bahkan sempat beli majalah-majalah memasak, (padahal bidang kerja saya ada dimusik, harusnya saya beli majalah musik ya? hahaha). Banyak resep-resep yang pengin saya coba. Satu kegiatan yang menyenangkan ketika saya harus menyusuri selasar demi selasar supermarket untuk mencari bahan-bahan masakan.

Bahkan, beberapa waktu lalu saya pergi dengan mama saya untuk berbelanja. Senang sekaliiiiiii. Sekarang saya bisa berdiskusi dengan beliau tentang resep-resep yang ada. Malahan, mama saya lebih senang dan heboh daripada saya, ketika saya membawa pulang majalah yang berisi resep-resep kue!

Saya tidak berani bilang bahwa ini mimpi, tapi saya punya keinginan untuk mengambil kursus, atau bahkan sekolah kuliner di semarang. Entah kenapa semakin kesini, kok saya semakin ingin bekerja dibidang kuliner ya? Bukan radio? atau malah bisa digabung jadi satu?

Bikin tempat makan yang konsepnya perpaduan antara musik dan makanan…ah, udah banyak kali ya? Tapi siapa tahu, bisa terwujud…

resto ala Toekang Roempi…

http://www.emocutez.com

XOXO,

Toekang Roempi

ps : Foto dari us.fotolia.com…thank you sooooo much!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s