Sebenarnya saya ingin memposting subjek ini sejak lama, tapi saya tidak tahu kenapa jadi tertunda. Yaaa, mungkin saya merasa tidak tega atau apalah, tapi yang pasti siang ini, saya ingin “mocking” sedikit tentang bagaimana saya – diperlakukan dengan “tidak menyenangkan” selaku konsumen.
Ceritanya begini, semalam saya belanja di Alfa Mart Comal, saya beli macem2 lah…oke, yang ini tidak ada masalah. Lalu saya kelupaan beli pisau cukur merk Gilette warna kuning. Harganya 3925 rupiah. Oke, saya bayar dengan uang 5000-an. Dan ternyata kasirnya cuma mengembalikan uang 1000 rupiah. dia bilang tidak ada 75 rupiah.
Kemarin, saya beli di Alfa Mart pleburan. Saya beli Malkist rasa abon. Dari harga yang tertera, saya melihat angka 4000 dicoret dan diganti dengan 3975. Hemat 25 rupiah. Tapi apa yang terjadi, kasir tetap menghitungnya sebagai harga 4000 rupiah? So? kenapa musti dicoret? repot bener?
Begitu juga dibeberapa Indomaret, juga seperti itu. Hhhh….
Entah bagaimana saya menyebutnya? Apakah ini tindakan manipulasi? Atau lebih parah boleh saya sebut sebagai pencurian? Kenapa harga 3925 tidak dihitung sebagai 3900, malah 4000? lalu kemana yang 75 rupiah?
Ada gosip kalau kelebihan uang itu adalah “komisi” dari konsumen kepada karyawan Minimarket seperti itu. Kelebihan2 uang seperti itu akan dikumpulkan dan dibagi untuk para karyawannya.
Well, siapa yang tahu? Wallohu’alam…
Saya hanya kesal karena saya merasa dimanipulasi. Harga2 tersebut memang jatuhnya murah kalau saja saya berbelanja dalam partai besar, kalau hanya 1 -2 barang, tetap saja jatuhnya mahal. Dan bayangkan saja jika 75 rupiah dikalikan 10 pembeli. Sudah 750, kalikan 100, kalikan 1000. Jauh ya perhitungannya? tapi bukan tidak mungkin target pembeli bisa mencapai nilai segitu.
Saya bukannya tidak ikhlas…dan saya tidak memukul rata semua AlfaMart atau Indomaret seperti itu. Mungkin ada juga yang tidak membulatkan harga dengan seenaknya. Ada yang malah tidak menghitung kelebihan harga itu. Misal, 3925 dihitung 3900. Pasti ada, karena saya pernah sekali mengalaminya dimana kasir AlfaMart, saya lupa daerah mana, menghitung dengan cara seperti itu. Tapi baru sekali saya mengalaminya dan berkali-kali saya mengalami hal yang tidak mengenakkan.
Perasaan ini…sama halnya ketika saya diberi permen untuk kembalian belanja. Saya bayar pakai uang kenapa saya di”susuki” pake permen? Emang situ mau kalau saya belanja bayar pake permen?
Pada saat inilah saya sebagai konsumen dan mungkin juga anda, harusnya menunjukkan posisi sebagai konsumen yang cerdas. Hanya saja memang, kadang2 hal itu dikalahkan dengan perasaan tidak enak, atau nggak mau cari gara-gara dimuka umum hanya karena uang 25 atau 50 perak.
Tapi memang hal seperti ini tidak selayaknya dibiarkan. Karena bagaimanapun, kesejahteraan karyawan minimarket itu adalah tanggung jawab para pemiliknya, bukan kita2 juga konsumen yang harus tanggung renteng urunan buat kasih komisi yang secara tidak langsung diambil dari pembulatan harga yang semena-mena seperti yang saya alami semalam.
Jangan bilang “Udaaahhh..itung-itung amal…” ya?
Percuma juga dihitung amal kalau sayanya sendiri nggak ikhlas. Toh masih banyak cara yang lebih enak buat beramal kok? Bukan dengan cara dimanipulasi seperti itu.
Harusnya, pemilik minimarket seperti itu memberikan pendidikan bagaimana berbisnis yang baik demi kepuasan konsumennya. Dan para supervisor bisa menindak tegas pada tiap kasir yang melakukan manipulasi. Demi apa lagi kalau bukan demi kelangsungan bisnis mereka sendiri?
Cuma sayang, masih sedikit konsumen yang mau cerewet soal beginian. Yaaaa..barangkali salah satunya adalah dengan tidak meributkan hal kecil seperti ini. Sekali lagi, ini bukan masalah memikirkan hal kecil atau meribetkan sesuatu yang penting, 75 rupiah itu penting lho? itu duit, bukan pecahan genteng. Tapi kita bicara tentang bagaimana etika berdagang yang baik.
Setidaknya memang harus ada win-win solution untuk ini. Nggak papalah kalau mau pakai pembulatan harga, yang penting masih rasional.
Makanya, sekarang, kalau bisa dan mau belanja banyak, saya sering pake kartu debit BCA, soalnya kasir pasti tidak akan membulatkan harga, pasti ditulis seadanya, jadi menghindari “manipulasi” harga yang penting kayak gitu. Lebih enak dan nyaman.
Maafkan saya, saya cuma pengin nyampah siang ini…
XOXO,
Toekang Roempi
ya bung, kadang saya (memang) pernah terlintas untuk sekedar iseng membayar dengan permen, ingin tau bagaimana reaksi si kasir. Tapi sampai sekarang belum pernah saya coba, mungkin karena perasaan tak enak itulah..
hehehe..
salam,.
Just passing by.Btw, your website have great content!
_________________________________
Making Money $150 An Hour
sekarang di indomaret sudah ada indomaret card. anda dapat membayar dengan mudah dan cepat, serta tidak di pusingkan lagi masalah kembalian. indomaret card juga dapat di gunakan untuk pembayaran listrik, air, dll.
thank’s
wah, akhirnya…ada juga pihak indomaret yang baca…ditanggepin pula. Anyway, selamat untuk inovasinya, semoga nggak sakit hati dengan postingan saya ya? toh, lewat “mocking” beginian juga pihak2 terkait jadi tahu keluhan2 konsumen sehingga bisa memunculkan inovasi2 yang bisa lebih memuaskan konsumen. Jadi kita belanja juga seneng, ya nggak? Peace out!
untuk indomart tolong pelayanannya lebih ditingkatkan lgi,, aq dah 3kali belanja diindomart kaliabang bekasi, tiap jam 1malam pelayanannya sangat nol besar,, gada ramah tamahnya, gada sopan santunnya sama sekali,, jangan menyapa,, setelah pembayaran aja gada ucapan trima kasih sama sekali,,
mudah2an ada perubahan, tq
saya juga mengucapkan terima kasih kepada anda, karena dengan ini kami tahu keluhan konsumen kami dan saya pun meminta maaf kalau ada pelayanan kami yang kurang memeuaskan, bagi kami kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. dan untuk lebih jelas mengenai indomaret card anda dapat menyaksikan peluncuran kartu indomaret card dalam acara ‘kemilau mandiri fiesta’ di RCTI sabtu tgl 21 maret 2009 pukul 21.15 – 22.15
benar-benar sistem kapitalisme…dengan adanya waralaba indomaret/alfa …kami pare pedagang kelontong jelas kalah telak dalam mencari nafkah…belum lagi indomaret bisa untuk bayar listrik &telpon…jelas pemilik ppob kecil juga keok dibuatnya….semakin hari waralaba yg kepanjangan tangan mall-mall besar merajai di pedesaan..sehingga..kita para pengusaha/pedagang kecil jadi terabaikan/terkalahkan…
Dulu, waktu pertama kali muncul, banyak yang optimis bahwa tidak akan mematikan usaha kecil, tapi nyatanya masih banyak yang komplain ya? Saya sih kurang begitu tahu. Tapi yang pasti, saya sendiri kurang suka belanja ke indomaret atau alfamart dengan alasan tertentu. Saya lebih seneng beli di supermarket aja sekalian. lebih nyaman. Atau kalo mau belanja ke pasar tradisional, ya sekalian kesana. kecuali kepepeeeeet banget, saya baru masuk ke indomaret atau alfamart. Terakhir kemarin saya masuk ke indomaret pagi2 mau belanja, terus ada sisa 400 mau dikasih permen, tentu saja saya nolak mentah2.
ahhh,,emang dasar`a ajhh customer mah pada kikir smua
dkasih kurang komplen,,dkasih lbihh nylonong ajhhh
HEH!!! Siapa yang kikir? Kalo elu ketemunya gua, sorry mbak gue ngembat duit lo! ibarat kata nih, lebih seperak aja gw balikin! Nggak sudi makan duit lo!
*sori ya, agak kasar, tapi saya bukan konsumen pelit, dalam bisnis yang penting etika dan kejujuran., saya ada komplain soal indomaret lagi. Mau saya tulis???*
Tulis aja bro… Biar kita juga tau apa yang mau di komplinin…!! PENTING TUH…!!! Biar konsumen nggak jadi korban melulu.
hehehehe….iya nih…pengin sih,apalagi kalo tiap liat galon aqua kosong…bawaannya emosi mulu, karena memang ada hubungannya sama galon aqua….
Wah saya punya pengalaman juga di Indomaret. Ini di deket kampus B Universitas Airlangga Surabaya.
Saya lupa namanya, pokoknya yang deket SMK apa gitu dan didepan gang jor-joran 2.
Di situ pasti dapet kembalian coz harganya dibuletin ke atas. Kaya 4925, jadi 4900. Disitu juga ditulis parkir gratis. emang gratis, tapi pas ganti petugas parkir (bukan petugas yang biasanya) kok minta uang parkir ya ?
huhu, maksa lagi. Bukan pelit tapi harusnya konsekuen dong. Masa ada tulisan gratis tetep bayar.
Btw, kok harga di Alfamart kayanya lebih murah daripada di Indomart ya ?
hehe,
Beberapa kali saya belanja ke alfamart dan indomaret, sepertinya beberapa sudah mulai melakukan langkah pembulatan seperti Hypermat atau Carefour, memang harus speerti ini, jadi konsumen juga diperlakukan dengan adil. Jadi kalo pembulatannya ke bawah juga bisa, ke atas juga bisa, nggak selalu keatas terus, jadi harga yang dibayarkan juga sesuai.
soal harga, memang ada yang lebih murah di alfa mart, tapi di indomaret juga ada yang lebih murah. entah bagaimana sistemnya tapi memang kedua minimarket itu punya penetapan harga yang berbeda, meski jenis barangnya sama.
Salam XOXO,
Toekang roempi
untuk parkir mungkin itu orang2 yg g brtnggung jwb yg narik,,untuk harga itu relatif sama d g ada yg lbh murah,,menurutq y lebih murah indomaret.
sebagai karyawan Indomaret saya mohon maaf atas kejadian seperti diatas.. Dengan adanya kejadian di atas jangan sampai membuat kapok para pelanggan indomaret karena sebagian besar indomaret sudah menyediakan solusinya diantaranya :
1. Pemastian Stock uang koin terutama 25,50,100 dan 500
sebagai karyawan Indomaret saya mohon maaf atas kejadian seperti diatas.. Dengan adanya kejadian di atas jangan sampai membuat kapok para pelanggan indomaret karena sebagian besar indomaret sudah menyediakan solusinya diantaranya :
1. Penyediaan Stock uang koin terutama 25,50,100 dan
500
2. Konsumen bisa membayar dengan IDM Card lebih praktis dan tidak direpotkan dengan pembulatan2 dan permen. mumpung masih Gratiss cuma Top_up nya aja. Dan hasil top_up tersebut bisa dibelanjakan di semua Indomaret.
3. Atau dengan Kartu debit yang lain atau dengan kartu kredit.
Bo’ong indomaret juga pake cara licik,salah naroh harga. pas kita nyampe di kasir eh harganya jadi bertambah 10.000 rupiah. Pas komplain, bukannya minta maaf malah seperti mau mempermalukan customer.
Dengan enteng jawabnya iya, memang harganya segitu, mungkin tadi ada yang pembeli salah taroh dengan sikap jutek. Eh??? bo’ong aja padahal udah kuliat, ga mungkin bisa salah taroh krn memang tempatnya pas banget.
Ga tau karyawan indomaret yang salah, ceroboh naroh harga atau memang permainan licik dari indomaret sendiri.
Mau dicancel? ehmm, terus ku jalan n liat lagi tag harga itu, udah ga apa-apa itu aja, mbak.
Eh, dia-nya ngegerutu, ya… udah dicancel lagi!!
Mang napa ga boleh? Hah? Elu yang salah naroh harga aja ga apa-apa, mang ga boleh kalo gua jadi beli tuh barang? Mang program di komputer indomaret begitu gembelnya? Begitu gampang aja ngeluh. Gua aja ga ngeluh yang ditipu harga ma elu!!
Memang ga semua karyawan indomaret kaya gitu mungkin yang ini ga lulus training kali atau udah jadi karyawan lama jadi sikapnya kaya gitu.
Kalau harga salah sudah sepantasnya minta maaf sama customer bukannya bersikap gitu.
Gimana nih ga ada perlindungan hak konsumen di indomaret.
PS. indomaretnya di daerah tangerang
wah…saya setuju banget tuh.
dulu saya juga pernah mau beli coklat di indomart, di tempel harganya 8000, tapi pas bayar ke kasir harganya 10.000. Saya tanya “di sana (sambil nunjuk ke tempat coklat) saya liat harganya 8000″, kata kasirnya ” oh…itu salah naro harga aja”. Saya bilang lagi ky gini ” loh..tapi ada tulisanya buat merk coklat A”, eh….kasirnya bilang “tapi memang harganya 10.000″ (dengan menunjukan harga di komputer kasir.
tau tuh sy juga sering banget kena masalah kya gini “salah naro harga” atau harga yg baru lupa diganti, jd yg diliat tetep yg di kompi.
qta kan konsumen emg seneng liat harga yang lebih murah, eh ternyata malah ketipu/kejebak.
belum lagi klo di alfa tuh suka ada promo beli shampo all variant 180ml gratis all variant 90 ml. udh 2x jg bli promo ini. jd tau permasalahannya: waktu itu pernah bli clear biru 180ml,hadiah clear biru 90ml, dove biru 180ml,hadiah dove biru 90ml.
kebetulan kemarin itu beli yg merk CLEAR warna pink yg 180ml, sekalian ambil jg hadiahnya jenis yg sama ukuran 90ml (karna ga dibanded). eh pas dikasir, saya bilang ini hadiahnya udh sy ambil, eh kasir bilang ga dpt hadiah. saya blg aja tuh brosurnya masih nempel di pintu kaca depan, trus dy nanya tuh sm tmn2nya, ada yg nyeletuk udh ga promo kali, sy bilang promonya masih lama tuh liat aja brosurnya. eh, mreka kya keroyokan gt.
trus ada yg blg udh kasih aja, kya kesel gt. (ya iyalah org ini hak konsumen kok)
udh gt yg hadiahnya dituker sm clear warna ijo, mreka blg hadiah warna ijo. pdhl ada bacaannya “all variant”. pada ga bs english kali ya, dr situ udh deh tuh males ngelanjutin. kapok belanja disana lg.
nih barusaan saya beli kopo Good day the Original. di tulis di papan harga Rp.3900,- eh wktu bayar ke kasir, dibilang nya Rp.4500,-. Buset dah…. saya tanya, ” loh bukannya harga di papan ditulis Rp.3900 tapi kok bisa jadi Rp.4500,-. si Mas berdalih ” wah, itu harga lama mas lupa diganti, kami pake harga online”… Anjritt lah (dalam hati saya). Truss saya bilang lg ” MAS, INI UDAH KESEKIAN KALINYA SAYA BELI TIDAK SESUAI HARGA, TOLONG LAIN KALI DIGANTI”. Responnya pun iya iya aj, sambil senyum2 bodoh..!!
Menurut saya, cara ini penipuan yang sangat muluuusss.
ANDA (indomaret,red) seharusnya meningkatkan pelayanan dan kepuasaan konsumen ANDA.!!! bukan nya dengan cara menipu seperti ini…
Perlu di catat ( mudahan pihak INDOMARET membaca)
saya belanja di INDOMARET INDRALAYA, di samping KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA. SUMATERA SELATAN.. harga nya gak jelas, barang tertentu kadang naikk sendiri harganya, harga perlengkapan mandi pun mahal, pokoknya mahal dahhh. (sudah saya amati dari pertama kali Indomaret di bangun di sini.!!!). Lebih baik beli di toko biasa ajh, malah harga nya sama bahkan lebih murah..
saya jg pernah ke Indomaret di daerah PATI, JAWA TENGAH. Harga2 barangnya pun berbeda dengan INDOMARET di sini…
KAPOKKKKK DAH….
Quate:
“saya bukan konsumen pelit, dalam bisnis yang penting etika dan kejujuran.”
Setuju banget,indonesia kalau mau maju harusnya mengubah kebiasaan bo’ong kaya gini.
Temenku aja belanja di supermarket di negara j***. Si kasir lari-lari ngejar dia keluar supermarket karena dia ga ngambil kembalian 3 perak. Si kasir bilang ini uangnya ketinggalan padahal supermarket ntuh lagi rame banget. Karena temenku udah terbiasa belanja di supermarket di indonesia 50 rupiah aja ga dibalikin jadi pikirnya apalah arti 3 perak. Kata temenku ini pengalaman yang berkesan karena kejujuran supermarket dan karyawannya bukan nilai uang 3 perak itu. (3 perak disana juga ga bakal bisa buat beli permen satu butir).
ini pengalamn q pas belanja di indomart sampangan depan warung mie ayam…waktu itu saya nganter temen belanja & setelah membayar di kasir saya tanya sama kasirnya ” mbak ada aqua dingin yg botol besar ngk (bukan galon lho!!!)?” trsus si kasir menjawab ” mungkin di warung kucingan ada mas”..itu namanya ngk sopan. emang siapa dia?? baru jd kasir indomart aja udah blagu!!! tak doain bakat kere kamu!!!
wew…..kalo itu mah udah keterlaluan..padahal tinggal bilang ada atau nggak ada kan beres, ya nggak? perlu di training kembali tuh…
betul…betul..betul..harusnya mereka mencontoh carrefour, totalan blnj pembulatannya kebawah jd kalo kita blnj abis 34.525 kita byr dikasir 34.500, biar cm dikit kitanya jd seneng tp ga tau yah apa semua carrefour gitu. yg aku blnj di carrefour ambasador.
Bener jg kl mereka jg kdg lupa nyabut promo yg sdh abis or salah naruh harga, sayanya srg sebel trus ga jd beli kl ada masalah gitu, sebeee bgt xixixi…..
saya jg sering banget mau beli barang yg promo di alfamart sering ga dapet (stok habis).
ga tau deh tuh kayanya udh diborong sm karyawannya sendiri.
pernah jg beli detergen yg dpt hadiah mangkok, eh mangkoknya ga ada, bilangnya blm dikirim lagi.
kalo gt kasih solusi kek, ganti sama apa kek, biar kekecewaan konsumen terobati.
emg sih cuma sebuah mangkok tapi utamain donk kepuasan konsumen.
di alfa ga ada deposit tempat hadiah jd qta ga tau ada hadiah apa aja. beda sm di superindo atw mall.
bisa aja kan hadiah yg seharusnya di banded tapi ga dibanded malah diambil karyawannya.
bukannya saya su’udzon, tp ada tmn yg kerja di alfa crita kya gt.
saya sering tuh belanja di alfa ngitungnya cara manual.
tuh kompi sering bgt error sih.
percuma punya kartu aku disaat kompi lg error gt, blanjaan yg seharusnya kena potongan jadi ga dpt potongan, minuman dingin yg seharusnya ga perlu bayar 200perak, jd bayar.
belum lg biasanya klo qta beli sesuatu trus dapet hadiah jd ga dapet (waktu discan ke kompi kan dibawahnya biasanya muncul klo qta dpt hadiah atau boleh beli item tertentu dg harga murah)
belum lg ngitungnya lelet bgt, ga tau deh tuh ngitungnya bener apa ga.
struk jd ga bs dicek krn ga dikasih struk. ngantri jd makin lama.
duuuh benar2 menyebalkan, mening kalo udh tau sering error gt siapin struk/bon tulis yg double karbon gt, jd qta ttp bs cek.
minimarket kok msh kya warung aja!!
nih barusaan saya beli kopo Good day the Original. di tulis di papan harga Rp.3900,- eh wktu bayar ke kasir, dibilang nya Rp.4500,-. Buset dah…. saya tanya, ” loh bukannya harga di papan ditulis Rp.3900 tapi kok bisa jadi Rp.4500,-. si Mas berdalih ” wah, itu harga lama mas lupa diganti, kami pake harga online”… Anjritt lah (dalam hati saya). Truss saya bilang lg ” MAS, INI UDAH KESEKIAN KALINYA SAYA BELI TIDAK SESUAI HARGA, TOLONG LAIN KALI DIGANTI”. Responnya pun iya iya aj, sambil senyum2 bodoh..!!
Menurut saya, cara ini penipuan yang sangat muluuusss.
ANDA (indomaret,red) seharusnya meningkatkan pelayanan dan kepuasaan konsumen ANDA.!!! bukan nya dengan cara menipu seperti ini…
Perlu di catat ( mudahan pihak INDOMARET membaca)
saya belanja di INDOMARET INDRALAYA, di samping KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA. SUMATERA SELATAN.. harga nya gak jelas, barang tertentu kadang naikk sendiri harganya, harga perlengkapan mandi pun mahal, pokoknya mahal dahhh. (sudah saya amati dari pertama kali Indomaret di bangun di sini.!!!). Lebih baik beli di toko biasa ajh, malah harga nya sama bahkan lebih murah..
saya jg pernah ke Indomaret di daerah PATI, JAWA TENGAH. Harga2 barangnya pun berbeda dengan INDOMARET di sini…
KAPOKKKKK DAH….
>>
yg jelas, konsumen mesti jeli..
jangan terima beres aja notanya, cek satu2…sapa tau ada yg nyelip disitu ikutan kebayar
saya klo blanja pas dikasir suka liatin monitornya untuk kantong plastiknya juga dibebankan ke total harga kita loh…klo menurut saya kejadian2 yg konsumen alami sbenarnya mmg sdh menjadi manual utk mencari keuntungan lebih yg dikasih ma managementnya krn smua gerai yg ada kejadiannya sama. Saya ke indo/alfa plg klo kepepet doang, klo blanja mending ke mall :p
Ga smua kasir bgtu mas…mba…
Trkadang gni lo.kmbalian 50 rupiah g kita kmbALiin itu buat customer juga…misal kmbalhnya 450..dkasih 500,kmblinya 950 dkasih 1000.harusnya anda sbgai customer bnar2 tliti.apa harga dprice tag ssuai g dgn brgnnya..siapa tau anda2 smua yg gnti hrganya,biar dpt yg lbh murah..kmbALin prmen pun trkadang sudah g ada tuh…mungkin kalo kepepet aja…itu pun pjabat trkait aja kurang kontrol..bikin aja A cArd kartu multifungsi..bs sbgai alat pmbAyarn,,trus g aKn kna tmbAhan kALO BLi minuman dingin…
terimakasih atas saran dan kritiknya,,kami karyawan indomaret juga manusia yg tak luput dari salah,,mungkin kami ingin memberikan pelayanan yang baik dan sempurna,,tp kami hanya manusia biasa yang tak luput dari salah…tp gak semua orang indomaret seperti itu..sbg contoh indomaret di daerah jatim punya pelayanan yang bagus,,jadi g semua indomaret seperti itu,,
saya tidak tega memarahi kasir atau karyawan biasa, baik di Indo maupun alfa, khusus. Kasihan.. mereka cuma karyawan biasa yang juga punya peraturan dan perintah yang mungkin mengikat dari atasan mereka. bahkan untuk kasus2 pelayanan ga mengenakan tengah malam, atau siang bolong sekalipun.
Pengennya sih langsung ke atasannya yah atau setidaknya manajer yang bertanggung jawab… tapi sering mereka ga kelihatan tuh… itu juga mungkin sebabnya karyawannya agak “nyeleneh”… atasannya ga ada… hehehehe
cuma yah kadang mikir juga, lama2 ditimbun/dipendam ni emosi bisa2 jadi bukit.. entah kapan meletusnya… hahahaha….
Saya jg kerap “gregetan” kalo belanja di alfa or indomaret, kembalian yg memakai uang nominal Rp.100 di ganti dengan permen. Jadi kayaknya mereka cuma punya kembalian recehan logam Rp.500. Atau ada cuma tidak digunakan? Maaf yach, jd terkesan mencari sampingan dengan jualan permn. cuma…jd terpaksa beli. Tapi pernah, saya&suami belanja, yang bayar di kasir adalah saya. Nah kata kasirnya “maaf mba gk ada recehan.”sambil memberikan kembalian yg “bercampur” permen. Kebetulan suami ambil barang lain yg belum dia masukan ke keranjang. Ketika membayar, harganya kan pas gitu, buntut harganya ada Rp.100annya. He…he…saya bayar aja dengan tuch permen. Kasirnya cuma diam(walau bt kayaknya). tapi jika dia menolak, saya akan jawab “lho….mba sendirikan kasih kembalian pake permen!”
Saran saya kembalian yg ganjil2, kayak 25 perak,50. Mending langsung saja di masukan ke post pundi amal, tentu saja harus tertera di struk dan hasilnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pingback: 2010 in review Of Ruparuparumpi « Ruparuparumpi
ga asik pembahasan nya intimidasi…
kenapa ga bahas yang lain…misalnya bagaimana mengumpulkan pahala sebelum kita mati…
saya juga pernah ngalami kejadian di alfa mart daerah bogor lewiliang, struk/ nota tidak dikasih. saran saya, lebih berhati-hati dan teliti belanja di alfa mart. jangan sampai kita dibodohi oleh mereka.
huh,,saya merasa sebel sekali dengan pelayanan di indomart candi golf semarang,,waktu itu saya beli es krim,,saat sampai kasir,,es krim di masukkan kedalam plastik dengan agag di banting sehingga es krim saya patah,,
ketika usai membayar,,kasir pun tidak mengucapkan terimakasih dan tidak memberikan belanjaan dan tetap di taruh di meja,
saya merasa tidak ada sopan santunnya sama sekali,,dari awal masuk toko hingga keluar toko.
mana pelayanan indomart yang katanya memuaskan?????
mengecewakan!
Lain kali nggak usah didatangi lagi berarti…
di indomaret…
saya kan beli walls selection double dutch, nah di katalognya katanya ada promo.. jadi harganya 35.an. trus saya bayar di kasir malah 40 dibilang… katalognya masih baru pula.. belum ada seminggu…
trus pas belanja, kembalian saya lagi 500, kasirnya bilang : “kembaliannya diganti sama wafer ya ?” padahal saya liat banyak uang receh… dan wafernya udah disiapin di samping mesin kasirnya.. yah pasrah aja…
sering bgt kasirnya ditinggal,.. jadinya kan harus nunggu kasirnya.. lama pula…
antriannya juga sembrawut.. masa yg nyelonong diduluanin..? padahal saya udah duluan antri… kasirnya juga, nerima aja yg nyerobot antrian orang…!
alah,,,pada ribet amat ci lo….uang segitu ja lo lagi bahas,,,,,emang lo bisa beli apa dengan uang 25 perak?????
kaya gitu aja ribet,,,,kalau memang tch lo ga ikhlas,,,lo bilang langsung sama kasirnya,,,w yakin dia juga ada uang 25perak,buat ngembaliin lo…gaji mereka juga cukup….ga perlu memanipulasi kaya gituan…..yang perlu lo usut tch orang atasan,,,yang maennya dah MMan,,,,
bacot lo…